OJK Harus Jaga Kepercayaan Pelaku Pasar

NERACA

Yogyakarta - Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan perlu berkoordinasi intensif meningkatkan kepercayaan pasar guna menekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kata seorang ekonom,”Perlu meyakinkan investor bahwa otoritas ekonomi Indonesia akan mampu mengelola perekonomian dengan baik,”kata ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Adiningsih di Yogyakarta, Kamis (18/12).

Menurut Sri, jika investasi modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) dapat terus digenjot maka nilai tukar rupiah masih ada harapan untuk pulih kembali,”Secara teori, bila pasokan dolar meningkat, sementara permintaan sedikit, maka rupiah akan menguat,”ujarnya.

Dia menjelaskan, gencarnya arus keluar modal asing dari pasar finansial Indonesia saat ini disebabkan beberapa faktor di antaranya ketidakpastian apakah suku bunga akan dinaikkan atau diturunkan."Karena kita semua masih menunggu keputusan Bank Sentral AS (The Fed) apakah akan menaikkan atau menurunkan (suku bunga)," katanya.

Faktor lainnya, lanjut dia, saat ini pasar juga mulai merasakan tekanan inflas akibat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta rencana kenaikan tarif listrik yang memengaruhi stabilitas perekonomian Indonesia.

Oleh karena itui, Bank Indonesia (BI) yang juga sebagai penjaga pasar valas, kata dia, harus mampu meminimalkan volatilitas rupiah. Sementara Otoritas Jasa Keuagan (OJK) harus memastikan pergerakan pasar modal berlangsung aman,”Jika sudah bisa dijamin aman, maka investor asing tidak akan berbondong-bondong membawa dananya ke luar Indonesia," kata dia.

Sementara itu, dia mengakui Indonesia selama ini sudah terlalu bergantung pada portofolio, serta utang asing jangka pendek dengan jumlah yang cukup besar. Dengan ketergantungan itu, kata dia, mengakibatkan sistem keuangan Indonesia memiliki potensi volatilitas yang tinggi. Sehingga, jika ekonomi internasional sedikit mengalami goncangan akan mudah memengaruhi sistem keuangan Indonesia, terutama di pasar valas dan IHSG,”Pelaku pasar modal aktor utamanya kini sudah bukan investor Indonesia. Surat berharga juga sepertiganya sudah diserap asing," kata Sri Adiningsih.

Sebelumnya pemerintah menyampaikan tak khawatir dengan keterpurukan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Bahkan, pemerintah merasa tidak perlu bereaksi berlebihan menanggapi jatuhnya nilai tukar Rupiah.

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menilai, pemerintah dan Bank Indonesia tidak perlu melakukan intervensi untuk meredam kedigdayaan dollar AS terhadap Rupiah. Langkah intervensi, kata Bambang, hanya menghambur-hamburkan cadangan devisa (cadev) negara,”Untuk apa intervensi, rupiah itu harus realistis, yaitu mencerminkan fundamentalnya, yah. Sekarang ini kondisi terbaik karena dollarnya menguat terhadap semuanya, kalau kita intervensi malah, cuma ngabisin cadangan devisa tapi, nilainya enggak terbantu,”kata Bambang. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Agenda Mewujudkan Keadilan Ekologis Harus Terus Dijalankan

Agenda Mewujudkan Keadilan Ekologis Harus Terus Dijalankan WALHI beserta seluruh elemen rakyat deklarasikan Platform Politik Lingkungan Hidup Indonesia NERACA Jakarta…

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

Pasar Apartemen Tetap Tumbuh di Tahun Politik

NERACA Jakarta –Meskipun tahun depan dihantui sentimen politik, para pelaku properti menyakini industri properti masih tetap positif. Apalagi, properti masih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…