BEI Depak Davomas Dari Pasar Modal

NERACA

Jakarta- PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) yang akan delisting pada 21 Januari 2015 membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus nama perseroan dari daftar perusahaan tercatat yang mencatatkan sahamnya di lantai bursa,”Dengan dicabutnya status perseroan sebagai perusahaan tercatat, maka perseroan tidak lagi memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat," kata P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Non Group BEI, Natal Naibaho dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (18/12).

Menurut Natal, jika perseroan akan kembali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, maka proses pencatatan saham dapat dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Perseroan diketahui telah disuspensi sahamnya sejak 9 Maret 2012 di seluruh pasar karena mengalami kegagalan pembayaran kupon obligasi. Perseroan saat itu belum membayar kupon obligasi dolar yang jatuh tempo pada 7 Maret 2012.

Adapun proses gagal bayar tersebut terjadi akibat lanjutan kasus default perseroan yang tergerus krisis ekonomi global. Obligasi perseroan senilai US$ 198 juta tersebut diketahui jatuh tempo pada 2014 ini dengan kupon sebesar 11%.

Sekadar informasi, merujuk pada peraturan bursa nomor I-I tentang penghapusan pencatatan (delisting) dan pencatatan kembali (relisting) saham di bursa, bursa menghapus saham perusahaan tercatat apabila, a. Butir III.3.1.1, mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha perusahaan tercatat baik secara finansial atau secara hukum atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Kemudian b. Butir III.3.1.2, saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir. DAVO merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi makanan yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 1993. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam-macam bahan makanan seperti cokelat. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Dorong Pelaku Stratup di Solo Go Public

NERACA Solo- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta mendorong pelaku "startup" atau usaha rintisan memanfaatkan fasilitas "IDX Incubator" atau inkubator…

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

Bappenas: Pertumbuhan RI Relatif Stagnan - AKIBAT PRODUKTIVITAS TERTINGGAL DARI NEGARA LAIN

Jakarta-Pejabat Bappenas mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai relatif stagnan dan masih jauh di bawah rata-rata. Salah satu faktor penyebabnya adalah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…