Chef’s kitchen : Kesukaan dan Rasa Cinta

NERACA. Chef`s kitchen adalah salah satu resto yang bergerak dibidang kuliner seperti roti dan kue-kue. Pada tahun 2010 lalu baru diresmikan pembukaannya di jalan Kemang Raya No 19 Jakarta Selatan. Sebelumnya chef`s kitchen telah melakukan usaha penjualannya lebih dari empat tahun yang lalu, namun saat ini dengan nama yang baru setahun digunakan sebagai brandnya ’Chef`s Kitchen’ telah mendapat banyak perhatian dari para pecinta roti sehat yang merupakan ciri khas dari resto itu. ”Saya membuat roti dengan menggunkan bahan alami sehingga kandungan gizinya berkualitas dan saya namakan roti sehat,” ujar Chrysansia Citra Dewi, sang owner Chef`s Kitchen.

Pada awalnya empat tahun lalu sebelum bernama chef`s kitchen, Citra menekuni usaha penjualan roti dan kue dengan modal sendiri. Modal yang dikeluarkannya lumayan besar sekitar Rp 200 juta sampai Rp 250 juta untuk semua perlengkapan alat-alat produksi dan pemasarannya. ”Awalnya saya memang sudah yakin ingin mejalani usaha ini karena memang sudah suka denga roti,” tutur Citra.

Memang ketika baru awal beroperasi banyak kendala-kendala yang dihadapi dari faktor pemasaran dan target penjualan terkadang masih mengalami kesulitan. Disamping itu karyawan yang ada masih terbatas, bisa dihitung dengan jari, sekitar tujuh orang. ”Saya tetap optimis menghadapi permasalah tersebut,” jelas Citra.

Roti dan kue-kue yang dibuat oleh chef``s kitchen menggunkan bahan baku yang alami bukan bahan-bahan yang mengandung kimia yang dapat membahayakan kesehatan. Bahan-bahan baku tersebut benar-benar diperhatikan dalam pembeliannya untuk diolah menjadi roti sehat dan kue-kue yang bergizi.

Saat harga bahan baku relatif normal faktor produksi masih berjalan seperti biasanya akan tetapi ketika bahan baku mengalami kenaikan harga faktor produksinya pun turut berpengaruh. Melihat hal itu Citra tidak begitu saja pasrah, ia mencari cara untuk mengurangi kerugian akibat kenaikan harga tersebut. ”Saya tetap berusaha mencari solusi agar produksi tetap berjalan dengan memangkas biaya produksi atau menaikkan harga produk seminimal mungkin sehingga pembeli tetap datang ketempat kami,” tutur Citra.

Walau bagaimanapun usaha yang kami kelolah ini berdasarkan kesukaan dan rasa cinta sehingga tantangan apa pun yang datang selalu dapat kami atasi dengan baik. Dalam menghadapi kendala yang datang, sebagai seorang pengusaha disini jiwa kami diuji untuk bisa bersabar menjalaninya sambil melihat perkembangan market yang ada. Perkembangan market tersebut kami amati dan pelajari sehingga kami menemukan jalan keluar dan kemudahan dalam usaha ini,” tambahnya.

Proses waktu yang berjalan ternyata telah mendewasakan chef``s kitchen. Terbukti dengan banyaknya para tamu yang datang berkunjung dan para pelanggan tetap yang masih setia untuk menikmati produk makanan tersebut. ”Saya juga mengutamakan pelayanan yang profesional dan ramah kepada setiap tamu dan pengunjung yang berkunjung ke tempat ini,” jelas Citra.

Pelayanan yang profesional dan ramah ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang berkunjung ke chef`s kitchen. Bukan itu saja, pelayanan itu pun terus ditingkatkan kedalam beberapa program yang dibuat oleh chef`s kitchen yang bertujuan menarik para peminat untuk berkunjung. Diantaranya program Open kitchen yang memperkenalkan pengunjung pada dapur pengolahan makanan sehingga pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan makanan hingga finishing.

Jadi pengunjung dimanjakan dengan pemandangan yang akrab dengan masak-memasak yang selama ini kebanyakan butik/resto jarang menampilkan hal tersebut. Didalam para pengunjung dapat melihat dan merasakan harumnya adonan kue dari dalam oven. Serta desain interior yang sangat menarik dan nyaman berlama-lama didalamnya. ”Desain interior sengaja saya tampilkan semanarik mungkin sehingga pengunjung merasa nyaman dan betah karena suasana yang dihadirkan sangat cantik,”jelasnya.

Hal itu adalah salah satu program pelayanan yang telah ditingkatkan dan terus dikembangkan oleh chef`s kitchen. Sehingga dalam menghadapi persaingan dibisnis ini tetap mampu berjalan dan menemukan jalan keluar yang tepat. ”Menghadapi persaingan saya tetap berfikir positif dan dengan senang hati menjalani usaha ini,” ungkap Citra.

Related posts