Awas, Investasi Bodong Bidik Masyarakat Minim Literasi

Sabtu, 20/12/2014

NERACA

Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) makin ketat mengeluarkan regulasi terkait investasi bodong, sepertinya hal itu tidak membuat jera para pelaku kejahatan investasi (investasi fraud) untuk terus membidik masyarakat yang minim literasi keuangan melalui iming-iming investasi yang dapat mendulang untung besar dengan cara instan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Indra Kresna menuturkan, banyaknya kasus di masyarakat yang berhubungan dengan lembaga keuangan itu, salah satunya disebabkan oleh tingkat literasi keuangan masyarakat masih rendah dan mengkhawatirkan. Rendahnya tingkat literasi keuangan tersebut mengakibatkan banyak masyarakat menjadi korban lembaga keuangan yang nakal.

“Masyarakat sering terpancing untuk berinvestasi karena memburu keuntungan yang tinggi dan akhirnya tertipu lembaga keuangan itu,” ujar dia

Guna memperkecil ruang kejahatan investasi yang ujung-ujungnya membuat masyarakat terperosok ke dalam lubang yang sama, OJK mewanti-wanti masyarakat agar mewaspadai tawaran investasi atau penghimpunan dana di masyarakat mewaspadai dan mencurigai lembaga keuangan yang menawarkan profit (keuntungan) investasi sangat tinggi hingga di atas 30%.

"Profit tinggi yang ditawarkan lembaga keuangan agar masyarakat mau menginvestasikan dananya, itu patut dicurigai karena tidak menutup kemungkinan itu adalah bodong. Sebab, profit yang normal saat ini sekitar 7,72% atau lebih sedikit, tapi tidak sampai 30%," tegas Indra

Selama 2014, OJK Malang mencatat ada 90 kasus lembaga keuangan yang berhubungan dengan masyarakat dan sebagian besar adalah lembaga keuangan yang menawarkan profit tinggi dengan modal yang murah.

Selain bekerjasama dengan pihak kepolisian, beberapa hal lain yang sudah lakukan OJK Malang untuk mengatasi masalah itu, di antaranya adalah sosialiasi dan mengedukasi masyarakat. Selain itu, juga sedang melakukan uji coba kurikulum soal OJK bagi pelajar di jenjang SMA, termasuk yang berkaitan dengan literasi keuangan.