Awas, Investasi Bodong Bidik Masyarakat Minim Literasi

NERACA

Meski Otoritas Jasa Keuangan (OJK) makin ketat mengeluarkan regulasi terkait investasi bodong, sepertinya hal itu tidak membuat jera para pelaku kejahatan investasi (investasi fraud) untuk terus membidik masyarakat yang minim literasi keuangan melalui iming-iming investasi yang dapat mendulang untung besar dengan cara instan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Indra Kresna menuturkan, banyaknya kasus di masyarakat yang berhubungan dengan lembaga keuangan itu, salah satunya disebabkan oleh tingkat literasi keuangan masyarakat masih rendah dan mengkhawatirkan. Rendahnya tingkat literasi keuangan tersebut mengakibatkan banyak masyarakat menjadi korban lembaga keuangan yang nakal.

“Masyarakat sering terpancing untuk berinvestasi karena memburu keuntungan yang tinggi dan akhirnya tertipu lembaga keuangan itu,” ujar dia

Guna memperkecil ruang kejahatan investasi yang ujung-ujungnya membuat masyarakat terperosok ke dalam lubang yang sama, OJK mewanti-wanti masyarakat agar mewaspadai tawaran investasi atau penghimpunan dana di masyarakat mewaspadai dan mencurigai lembaga keuangan yang menawarkan profit (keuntungan) investasi sangat tinggi hingga di atas 30%.

"Profit tinggi yang ditawarkan lembaga keuangan agar masyarakat mau menginvestasikan dananya, itu patut dicurigai karena tidak menutup kemungkinan itu adalah bodong. Sebab, profit yang normal saat ini sekitar 7,72% atau lebih sedikit, tapi tidak sampai 30%," tegas Indra

Selama 2014, OJK Malang mencatat ada 90 kasus lembaga keuangan yang berhubungan dengan masyarakat dan sebagian besar adalah lembaga keuangan yang menawarkan profit tinggi dengan modal yang murah.

Selain bekerjasama dengan pihak kepolisian, beberapa hal lain yang sudah lakukan OJK Malang untuk mengatasi masalah itu, di antaranya adalah sosialiasi dan mengedukasi masyarakat. Selain itu, juga sedang melakukan uji coba kurikulum soal OJK bagi pelajar di jenjang SMA, termasuk yang berkaitan dengan literasi keuangan.

BERITA TERKAIT

Pool Advista Bidik Pendapatan Rp 87 Miliar

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) langsung mematok target bisnis…

BEI Serius Bidik IPO Perusahaan Kecil - Siapkan Papan Akselesari

NERACA Solo – Pacu pertumbuhan likuiditas di pasar modal dan juga memperkuat basis investor ritel, kedepan PT Bursa Efek Indonesia…

XL Beri Pelatihan Literasi Digital di Lombok Tengah - Tingkatkan Produktivitas UMKM

Dalam rangka memberdayakan serta meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya perempuan dan meningkatkan perekonomian nelayan di…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…