Gandeng IPB, BTPN Wisuda Nasabah Mikro

Bogor, Jawa Barat

Kamis, 18/12/2014

NERACA

Bogor - Sebagai bank yang fokus dan konsisten menggarap segmen masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), termasuk masyarakat prasejahtera produktif (mass market), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk meyakini nasabah mass market tidak hanya membutuhkan akses finansial, tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas hidup mereka.

Untuk mewujudkan itu, BTPN mengimplementasikan sebuah program pendampingan dan pemberdayaan nasabah yang disebut Daya. DAYA adalah program pelatihan yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan di seluruh kantor cabang BTPN. Daya memiliki tiga pilar program, yaitu Daya Sehat Sejahtera, Daya Tumbuh Usaha, dan Daya Tumbuh Komunitas. Daya diterapkan pada seluruh unit bisnis BTPN, yaitu BTPN Purna Bakti, BTPN Mitra Usaha Rakyat dan BTPN Sinaya. Daya juga diterapkan pada anak usaha BTPN Syariah. Penerima manfaat Daya adalah seluruh nasabah BTPN yang meliputi para pensiunan, pelaku UMKM, serta komunitas pra-sejahtera produktif.

Guna meningkatkan kualitas Program Daya, BTPN menggandeng Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB) untuk ikut menyusun berbagai macam kurikulum modul pelatihan yang dibutuhkan nasabah.

Salah satu bentuk apresiasi kepada Nasabah BTPN yang telah mengikuti seluruh modul Daya, pada hari ini BTPN dan IPB kembali melakukan wisuda nasabah mikro. “Tahun ini, total nasabah BTPN yang telah menuntaskan modul Daya mencapai 10.000 nasabah. Kami melakukan wisuda secara simbolis untuk 300 nasabah di empat kota. Wisuda ini bentuk apresiasi kami atas kesungguhan nasabah mengikuti berbagai pelatihan,” kata Mulia Salim, Direktur BTPN, di Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Proses wisuda telah dilakukan kepada 50 nasabah di Palembang (8 Desember 2014), 50 nasabah di Banjarmasin (10 Desember 2014), 50 nasabah di Semarang (11 Desember 2014). Proses wisuda pun dilakukan kepada 150 nasabah di Bogor.

BTPN dan MB-IPB meyakini implementasi program Daya dapat meningkatkan kapasitas usaha nasabah. Program ini juga efektif mengatasi hambatan yang dihadapi para pelaku usaha mikro. Berdasarkan hasil penelitian MB-IPB, pelaku UMKM mengalami beberapa tantangan dalam mengembangkan usaha mereka.

“Pertama, pelaku UMKM cenderung belum bankable, baik disebabkan belum adanya manajemen keuangan yang transparan maupun kurangnya kemampuan manajerial dan finansial. Kedua, kurangnya pengetahuan akan pemasaran, produksi dan quality control, keuangan dan akuntansi. Hal ini disebabkan oleh minimnya kesempatan untuk mengikuti perkembangan teknologi serta kurangnya akses pendididan dan pelatihan untuk mengembangkan kapasitas usaha,” papar Arief Daryanto, Direktur program pascasarjana Manajemen dan Bisnis, Institut Pertanian Bogor (MB-IPB). [ardi]