Yudha Bhakti Bakal Melantai di Bursa

NERACA

Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia akan kedatangan emiten baru di awal 2015. Salah satu institusi perbankan akan melepas saham ke publik (initial public offering/IPO) di akhir 2014.

PT Bank Yudha Bhakti akan menawarkan sebanyak-banyaknya 300 juta saham baru ke publik dengan nilai nominal Rp 100. Angka itu 11,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum.

Mengutip dari prospektus singkat yang diterbitkan, di Jakarta, Rabu (17/12), perseroan menggunakan dana IPO untuk pemberian kredit sebesar 72,14%. Sisanya sekitar 27,86% untuk pengembangan teknologi sistem informasi guna meningkatkan layanan. Untuk melakukan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Semesta Indovest sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Hingga 30 Juni 2014, perseroan memiliki total aset sebesar Rp 2,24 triliun dari periode 31 Desember 2013 sebesar Rp 2,29 triliun. Pendapatan bunga bersih perseroan tercatat Rp 61,93 miliar hingga 30 Juni 2014 dari posisi sama tahun 2013 sebesar Rp 63,38 miliar. Perseroan meraih laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 6,12 miliar pada 30 Juni 2014 dari posisi periode sama tahun sebelumnya Rp 6,48 miliar.

Jadwal masa penawaran umum antara lain masa bookbuilding pada 16-24 Desember 2014. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Desember 2014.

Sedangkan masa penawaran dilakukan pada 5-7 Januari 2015, penjatahan pada 9 Januari 2015, pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham secara elektronik pada 12 Januari 2015, dan pencatatan saham di BEI pada 13 Januari 2015. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…