Keseriusan Tiga Pilar Masuki Bisnis Minuman

Investasikan Dana Rp 100 Miliar

Kamis, 18/12/2014

NERACA

Jakarta – Tingginya tingkat konsumsi masyarakat, khususnya sektor makanan membuat potensi pasar yang menjanjikan bisnis di sektor consumer good. Maka melengkapi bisnis yang sudah di jalankan di sektor makanan ringan, beras dan perkebunan sawit, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) bakal merambah bisnis minuman dengan mengakuisisi merek dari luar negeri.

Direktur Keuangan TPS Food Sjambiri Lioe mengatakan, masuki bisnis minuman untuk memperlengkap bisnis makanan ringan yang sudah digarap dan segmen bisnis minuman ini untuk anak kecil,”Kita sebelumnya sudah miliki produk minuman, maka untuk lebih kuat lagi akan kerjasama atau akuisisi merek dari luar,”ujarnya di Jakarta, Rabu (17/12).

Dia menjelaskan, untuk merambah bisnis minuman, perseroan akan mempertimbangkan produknya harus memberikan keunikan dan nilai tambah yang belum digarap kompetitornya, bukan sebaliknya harus head to head dengan competitor.

Disebutkan, untuk bisnis minuman ini, perseroan bakal menginvestasikan dana sebesar Rp 100 miliar. Dimana nantinya, Tiga Pilar Sejahtera hanya akan sebagai distributor dan memiliki pabrik melalui beli merek dari luar negeri,”Melalui jaringan distribusi yang ada, kita ingin kerjasama bisnis minuman yang ada, perseroan memiliki dominasi yang yang besar,”kata Sjambiri Lioe.

Rencananya, bisnis minuman dengan mengakuisisi merek dari luar negeri ini akan segera rampung tahun depan dan bisa langsung produksi pada tahun 2016. Bahkan, lanjut Sjambiri, sambil menunggu hasil negosiasi harga, perseroan sudah merencanakan pembangunan pabrik minuman tersebut di Solo untuk peningkatan kapasitas produksi.

Meski demikian, Sjambiri masih enggan mengungkapkan jenis minuman yang akan dibeli perseroan. Dia juga tidak menyebutkan dana yang disiapkan untuk akuisisi. Dia hanya mengatakan, pihaknya membidik merek minuman milik perusahaan asing.

Pada 2015, TPS Food siap mengucurkan dana investasi senilai Rp 1 triliun atau meningkat 47,9 persen dibandingkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini Rp 676 miliar. Adapun sebagian besar dana capex akan dipakai untuk ekspansi segmen bisnis beras.

Sjambiri menjelaskan, sebanyak Rp 500-550 miliar bakal digunakan untuk membangun pabrik penggilingan beras di Jawa Timur. Dengan pembangunan pabrik, kapasitas produksi TPS Food akan naik menjadi 720.000 ton beras per tahun.

TPS Food juga mengalokasikan Rp 150 miliar untuk memperluas pabrik Taro di Jawa Tengah. Sebanyak tiga mesin baru siap didatangkan untuk mendorong produksi makanan ringan tersebut. Sementara itu, sekitar Rp 250 miliar dari dana belanja modal akan digunakan untuk memperbesar aset perkebunan kelapa sawit. Perseroan berniat mengakuisisi kebun seluas 8.000 hektare (ha) di Sumatera.

Hingga kuartal III-2014, TPS Food membukukan penjualan bersih sebesar Rp 3,6 triliun atau naik 24,1% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,9 triliun. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp 246,8 miliar atau tumbuh 14% dibandingkan kuartal III-2013 senilai Rp 216,4 miliar.

Lebih jauh, Sjambiri mengatakan, perseroan berencana untuk mendorong divisi beras (TPS Rice) ke lantai bursa. Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) TPS Rice diharapkan dapat dilakukan setelah divestasi bisnis perkebunan sawit PT Golden Plantations. (bani)