Bank Agris Tetapkan Harga Rp 110 Per Saham - Rencanakan Listing Akhir Tahun

NERACA

Jakarta- Guna meningkatkan modal, PT Bank Agris memlih pendanaan lewat penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dan rencananya, perseroan segera mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Desember mendatang. Mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bank Agris menetapkan harga saham Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 110 per saham.

Harga itu berada di batas tengah dari rentang penawaran Rp 105 - Rp 115 per saham. Bank Agris melepas 900 juta saham biasa atau 21,25% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan begitu, bank yang fokus pada pembiayaan kredit usaha kecil dan menengah (UKM) itu akan memperoleh dana sebesar Rp 99 miliar. Perseroan menunjuk PT Indo Premier Securities sebagai penjamin emisi.

Eban S Banowo, Associate Director Investment Banking Indo Premier mengatakan, rentang harga saham perdana mencerminkan Price to Book Value (PBV) sebesar 1,1 kali, sama seperti PBV industri perbankan yang memiliki aset di bawah Rp 5 triliun. Rencananya, sebesar 70% dari hasil dana IPO bakal digunakan untuk ekspansi kredit. Sisanya, sebesar 30% akan dipakai untuk menunjang rencana pengembangan jaringan kantor.

Bank Agris juga mengadakan program Employee Stock Allocation (ESA) dengan mengalokasikan 550.000 saham atau 0,06% dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan.Dengan IPO ini, Bank Agris menargetkan bisa naik kelas ke kelompok Bank BUKU II (kelompok bank dengan modal inti antara Rp 1 triliun – Rp 5 triliun) pada tahun 2016. Sia Leng Ho, Direktur Utama Bank Agris mengatakan, upaya penguatan permodalan Bank Agris pada tahun depan tak hanya bergantung dana segar dari hasil IPO.

Jika sudah menjadi perusahaan terbuka, mekanisme penguatan permodalan bisa lebih banyak pilihan. “Selain penambahan modal langsung, bisa juga dilakukan rights issue. Yang pasti kami optimis bisa naik kelas ke BUKU II pada 2016,” pungkas Sia belum lama ini.

Per September 2014, modal inti Bank Agris sebesar Rp 338,500 miliar. Jumlah ini menunjukkan penurunan 3,05% dibanding modal inti pada September 2013. Tahun depan, PT Bank Agris membidik penyaluran kredit hingga Rp 3 triliun, naik 18,58% dari target 2014 sebesar Rp 2,53 triliun.

Kata Sia Leng Ho, rincian capaian target tersebut salah satunya berasal dari kredit MAS (Mikro Agris Solusi) sebesar Rp 425 miliar, atau sekitar 14 persen dari total kredit 2015. Untuk mencapai target tersebut, Bank Agris akan memperluas pangsa pasarnya dan menggenjot program MAS. Program ini akan fokus pada pembiayaan di bidang peternakan ayam, perikanan, dan udang,”Dengan segmen pasar tersebut, peluang usaha diyakini masih cukup besar karena kebutuhan akan protein di Indonesia masih sangat besar. Jadi kita akan tetap perluas segmen tersebut sebagai tulang punggung Bank Agris,”ujarnya.

Selain itu, perseroan juga melakukan perluasan pasar dengan membuka kantor cabang di Makassar dan Samarinda. Selain itu, dilakukan pembukaan delapan kantor fungsional khusus untuk penyaluran kredit melalui program MAS, seperti di Purwodadi, Magelang, Pekalongan, Kudus, Jember, Kediri, Subang dan Gatut. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tetapkan Hasil Penjualan SBR004 Rp7,3 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004 sebesar Rp7,3 triliun dengan…

Pemerintah & DPR Sepakat Kurs Rp 14.500 per US$ - PERUBAHAN ASUMSI MAKRO EKONOMI RAPBN 2019

Jakarta-Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR akhirnya sepakat untuk mengubah kembali asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp14.500 dari…

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018

DPRD Jabar Targetkan Raperda Kewirausahaan Disahkan Akhir 2018 NERACA Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menargetkan rancangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…