Mansek Proyeksikan IHSG Tembus 6.350

Kamis, 18/12/2014

NERACA

Jakarta –Jika tutup tahun 2014, indeks harga saham gabungan (IHSG) diyakini akan mencapai 5.350 poin, maka tahun depan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan tumbuh lebih agresif menembus level 6.350.

Hal tersebut disampaikan Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, John Rachmat. Menurutnya, ada beberapa alasan bila IHSG tahun depan akan tembus 6.350 poin. Pertama didukung indikator pendorong perbaikan ekonomi Indonesia yang sudah ada seperti penghematan anggaran dari pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi sentimen positif di pasar saham,”Tahun depan kita prediksikan IHSG di angka 6.350, ada kenaikan sekitar 24-25%," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/12).

John menjelaskan, pemangkasan subsidi BBM ini membuat negara punya ruang fiskal yang lebih lebar untuk pembangunan infrastrktur yang lebih baik. Ini jadi sentimen positif di pasar. Selain itu, kondisi politik dalam negeri tahun depan diperkirakan sudah mulai kondusif. Tahun depan, hal yang jadi perhatian adalah soal persetujuan APBNP 2015. Selama tidak ada tarik-menarik yang alot di DPR, pasar akan kondusif.

Lebih jauh John menjelaskan, partai oposisi di tahun depan juga diperkirakan tidak akan menghambat kinerja pemerintahan saat ini. Bahkan, beberapa di antaranya justru akan merapat ke pemerintah. Hal lain yang juga mendorong sentimen positif di pasar adalah soal peringkat S&P terhadap investasi Indonesia yang diperkirakan akan naik,”Menurut S&P, kebijakan fiskal kita konservatif, infrastruktur sangat under, sekarang presiden baru sudah fokus ke situ, sehingga ada respect dari S&P di bulan April, saat ini peringkat kita stabil dan akan naik," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan pernah bilang, pergerakan positif seluruh indikator makro ekonomi di 2015 diperkirakan akan mendongkrak IHSG menembus level 6300 tahun depan,”Pasca dikeluarkannya kebijakan fiskal maupun moneter yang dikeluarkan pemerintah dan Bank Indonesia, diyakini akan memperbaiki fundamental ekonomi yang lebih menyeluruh," katanya.

Dia mengatakan, perbaikan di hampir seluruh indikator makroekonomi domestik diperkirakan akan melambungkan laju IHSG di 2015 hingga menembus level 6.300. "Kalau sampai akhir 2014 ini, IHSG akan berada di 5.100. Sehingga, di sisa tahun ini indeks akan berfluktuasi pada range 5.050-5.100," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejauh ini pasar sudah mengapresiasi positif kebijakan fiskal berupa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun kebijakan BI yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) ke level 7,75%. "Memang di akhir tahun ini inflasinya akan meninggi, pasca kenaikan BBM," imbuhnya.

Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad menargetkan, kinerja IHSG di 2015 naik capai 20%. Angka ini tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun ini,”Kita targetkan seperti tahun ini sampai 20%, IHSG naik kurang lebih sekitar itu. Saya optimistis akan menguat, tentu saja selalu ada yang perlu diperhatikan,”ujarnya. (bani)