BI Rate Hambat Pertumbuhan Ekonomi - Berpotensi Naik Kembali

NERACA

Jakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2015 sebesar 5,8%. Menurut Ekonom Standard Chartered Bank, Eric Alexander Sugandhi, hal ini sulit tercapai lantaran terbentur berbagai sentimen, baik dalam negeri maupun luar negeri. Dia mengatakan, salah satu sentimen penghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah suku bunga acuan (BI Rate) yang tinggi di level 7,75% serta rencana Bank Sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan (Fed Rate) pada kuartal III 2015 mendatang.

"Suku bunga tinggi maka pertumbuhan investasi jadi melambat, dan bahkan stagnan. Apabila kita ingin ekonomi tumbuh 5,8% di tahun depan dibutuhkan dorongan investasi yang besar," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/12).

Selain itu, Eric juga menilai untuk mendorong investasi secara keseluruhan tidak akan tercapai jika masih bergantung pada barang modal yang diimpor. Akibatnya, defisit transaksi berjalan (current account deficit / CAD) akan semakin melebar. "Memang ini jadi dilema. Karena itu industri substitusi impor itu penting tetapi untuk membangun itu awalnya kita memang harus impor," jelasnya.

Tak hanya itu, Eric memprediksi Bank Indonesia bakal menaikkan BI Rate di kuartal III 2015 menjadi 8,25% sebagai respon atas kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada September 2015 mendatang, berpotensi mempersulit pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Ini bentuk antisipasi Bank Indonesia dalam menyikapi kebijakan The Fed yang ingin menaikkan suku bunga mereka. Kami memperkirakan, dalam sisa akhir tahun 2014 ini, BI Rate tidak akan naik sebagai bentuk antisipasi awal. Kami melihat BI Rate akan naik kembali pasca The Fed menaikkan suku bunganya agar modal asing tidak keluar," kata Eric, memperjelas.

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi, dirinya mengatakan akhir 2014 ditutup di angka 5,1%. Lalu, pada tahun depan diproyeksikan di kisaran 5,2%-5,5%. “Kalau pun dipatok juga sebesar 5,8% dirasa cukup sulit karena The Fed menaikkan suku bunganya, di pertengahan tahun 2015," papar Eric.

Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan, target pertumbuhan ekonomi 2015 bisa tercapai atas kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi yang dilakukan pada tahun ini. Pasalnya, dengan kenaikan harga BBM bersubsidi dapat menghemat anggaran hingga Rp100 triliun-140 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan infrastrutur.

"Kenaikan fuel subsidi akan bisa digunakan untuk infrastruktur dan sektor produktif lainnya. Sehingga angka pertumbuhan ekonomi di tahun depan bisa 5,8% dengan melihat formulasi kasus ini," ujarnya, kemarin.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, pemerintah optimis akan pertumbuhan ekonomi di tahun depan lantaran menggunakan anggaran untuk penuhi visi dan misi yang sudah dicanangkan dan mulai dilakukan pada tahun depan. "Kita juga perlu berpikir positif dengan makin banyaknya foreign direct investment (FDI). Kita tetap optimis pertumbuhan ekonomi tumbuh secara berkelanjutan," pungkasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

PENYEBAB PERTUMBUHAN EKONOMI TAK BISA TUMBUH TINGGI - Bappenas: Produktivitas SDM Masih Rendah

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia…

Menjaga Pertumbuhan Bisnis - Setelah Gojek, BIRD Terbuka Berkolaborasi

NERACA Jakarta –Menjaga eksistensi PT Blue Bird Tbk (BIRD) ditengah ketatnya persaingan bisnis transportasi onlinel, maka kolaborsai menjadi pilihan yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…