Ramai Aksi Beli, IHSG Bergerak Rebound

NERACA

Jakarta –Kebijakan pemerintah yang langsung mengintervensi anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, menuai kepercayaan investor domestik bila rupiah masih bisa dikendalikan. Kondisi ini rupanya memberikan sentiment positif terhadap pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Mengakhiri perdagangan Rabu sore, IHSG ditutup menguat 9,621 poin (0,19%) ke level 5.035,649. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 2,711 poin (0,31%) ke level 864,794.

Kata Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, John Rachmat, di tengah antisipasi hasil rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) terkait suku bunga AS (Fed rate), pergerakan pasar cenderung mendatar. Namun, jangan khawatir The Fed masih akan memberi sinyal kenaikan suku bunganya tidak akan cepat dari perkiraan," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/12).

Menurut dia, The Fed tidak akan memberikan sinyal kenaikan suku bunganya dalam waktu cepat sehingga potensi indeks BEI melanjutkan kenaikan kembali terbuka hingga akhir tahun ini. Konsensus memprediksi kenaikan suku bunga akan mulai terjadi pada pertengah tahun depan atau sekitar Juni 2015. Bahkan hingga akhir tahun, IHSG diproyeksikan akan tembus mencapai level 5.350 poin.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diperkirakan akan bergerak menguat. Sementara analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menambahkan bahwa kembali menguatnya indeks BEI, menunjukan potensi kenaikan masih akan berlanjut ke depannya hingga akhir tahun ini,”IHSG berpeluang mencatatkan pertumbuhan yang cukup menggiurkan sehingga investor akan semakin lebih tertarik berinvestasi di pasar modal domestik," katanya.

Transaksi investor asing di seluruh pasar tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 52,898 miliar. Tapi jika dilihat di pasar reguler saja, penjualannya mencapai Rp 897,68 miliar. Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 329.383 kali dengan volume 8,761 miliar lembar saham senilai Rp 7,098 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 133 turun, dan 88 saham stagnan.

Rata-rata bursa regional menutup perdagangan dengan positif sore hari, kecuali pasar saham Hang Seng. Aksi beli sudah mulai kembali ramai. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Impack (IMPC) naik Rp 1.900 ke Rp 5.700, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 1.000 ke Rp 6.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 675 ke Rp 59.175, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 17.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Elang mahkota (EMTK) turun Rp 1.100 ke Rp 6.100, Matahari (LPPF) turun Rp 700 ke Rp 14.200, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 30.700, dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 445 ke Rp 3.655.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup naik tipis 4,020 poin (0,08%) ke level 5.030,048. Sementara Indeks LQ45 bertambah 2,314 poin (0,27%) ke level 864,397. Saham-saham unggulan yang sudah anjlok dalam beberapa perdagangan terakhir kini jadi incaran investor. Saham perbankan dan pertambangan naik cukup tinggi.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 192.326 kali dengan volume 4,368 miliar lembar saham senilai Rp 3,689 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 128 turun, dan 70 saham stagnan. Bursa-bursa regional yang diawal kompak menguat hingga siang bergerak variatif. Menguatnya nilai tukar dolar AS masih memberi sentimen negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Impack (IMPC) naik Rp 1.900 ke Rp 5.700, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 1.075 ke Rp 6.675, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 675 ke Rp 59.175, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 575 ke Rp 12.975. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Elang mahkota (EMTK) turun Rp 900 ke Rp 6.300, Matahari (LPPF) turun Rp 750 ke Rp 14.150, Apexindo (APEX) turun Rp 650 ke Rp 2.500, dan Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 495 ke Rp 3.605.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat tipis sebesar 4,78 poin atau 0,10% ke posisi 5.030,81. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 1,20 poin atau 0,14% ke posisi 863,29,”Setelah mengalami tekanan jual cukup dalam sebesar 1,62% pada perdagangan sebelumnya, sebagian saham-saham di dalam negeri kembali menguat sehingga mendorong indeks BEI naik," kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Dia menambahkan bahwa kondisi itu menawarkan peluang investasi yang cukup menarik karena posisi harga saham di dalam negeri sudah cukup rendah, meski masih minim sentimen positif dari eksternal. Menurutnya, mulai stabilnya mata uang rupiah terhadap dolar AS diharapkan dapat menopang indeks BEI pada perdagangan Rabu.

Sementara Director of Investment of PT Valbury Asia Asset Management Andreas Yasakasih menambahkan bahwa potensi indeks BEI kembali ke area positif kembali terbuka, bahkan bisa kembali menyentuh level 5.100 poin,”Koreksi indeks BEI yang terjadi kemarin (Selasa, 16/12) merupakan 'risk adjusment', setelah itu indeks akan masuk ke area tren positif," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks bursa Hang Seng dibuka melemah 43,00 poin (0,19%) ke 22.627,50, indeks Nikkei naik 33,14 poin (0,20%) ke 16.788,46, dan Straits Times melemah 3,15 poin (0,10%) ke posisi 3.211,92. (bani)

Related posts