Impack Pratama Incar Pendapatan Tumbuh 15%

NERACA

Jakarta – Meskipun tahun depan menjadi tahun terberat, namun tidak akan mempengaruhi PT Impack (IMPC) Pratama Industri Tbk, produsen dan distributor bahan bangunan dan barang plastic dalam mengembangkan ekspansi bisnisnya.

Bahkan perseroan menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 10% hingga 15% pada tahun depan. Sedangkan untuk laba bersih, perseroan menargetkan bisa mengalami pertumbuhan sebesar 10% di 2015 nanti.

Direktur Utama Impack Pratama Industri, Haryanto Tjiptodiharjo menjelaskan, untuk tahun ini, perseroan memperkirakan perolehan pendapatan perseroan sebesar Rp 1,38 triliun. "Sedangkan untuk proyeksi laba bersih bisa mencapai Rp 280 miliar hingga Rp 290 miliar,”katanya di Jakarta, Rabu (17/12).

Haryanto melanjutkan, untuk bisa mencapai target tersebut, perseroan akan memaksimalkan belanja modal sehingga tingkat produksi bisa mencapai di angka tertinggi. "Belanja modal kami targetkan naik sekitar 20%," tambahnya.

Selain itu, perusahaan akan aktif melakukan kegiatan ekspor ke 30 negara. Sejauh ini, Australia menjadi target utama hasil produksi perseroan tersebut. Kemudian soal terus menurunnya harga minyak mentah dunia US$ 60 per barel, lanjut Haryanto dipastikan sangat terbantu. Pasalnya, perseroan sebagian besar membeli bahan baku dari impor dan melemahnya harga minyak dunia akan memberian efek harga bahan baku lebih murah,”Kami tertolong dengan harga minyak mentah dunia yang turun ke titik rendahnya di level US$ 60 per barel, harga bahan baku jadi turun,”ungkapnya.

Meski demikian, dia mengatakan pelemahan rupiah mencapai Rp12.900 per dollar AS memang cukup memberatkan. Oleh karenanya, Impack mematok rencana kerja 2014 dengan kurs Rp12.500 per dollar AS dan batas aman Rp13.000 per dollar AS,”Kita lihat rupiah dua yang cenderung fluktuatif. Kalau Rupiah melebihi Rp13.000 per dollar AS, kita revisi target kinerja perseroan di tahun depan," ujarnya.

Hal ini dikarenakan, ketergantungan bisnis perseroan terhadap dollar AS cukup tinggi lantaram hampir 99% bahan baku yang dibeli menggunakan dolar Amerika Serikat (AS). Pendapatan perseroan sebagian didapatkan dari dollar AS dan sisanya dalam bentuk rupiah,”Jika rupiah terus turun. Kami akan sesuaikan harga jual produk, biar tidak terlalu berdampak ke kinerja perseroan," tandasnya.

Debut perdana di pasar modal, saham PT Impack Pratama Industri Tbk pada perdagangan Selasa di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level Rp5.700 per saham, melonjak Rp1.900 atau 50% dibanding harga penawaran awal yang dibuka Rp 4.300 per saham. Saham perusahaan produsen bahan bangunan dan barang plastik ini kena batas auto reject.

Sebagai emiten ke-21 di BEI tahun ini, perseroan melepas saham ke publik melalui penawaran umum perdana sebanyak 150,05 juta lembar atau 31,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Dengan harga pelaksanaan Rp3.800 per saham, maka total dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp570,19 miliar.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO, sekitar 36% akan digunakan perseroan untuk pembayaran sebagian pembelian tanah berstatus Hak Guna Bangunan seluas 6 hektare (ha) di Delta Silicon VII, Lippo Cikarang, Bekasi, untuk perluasan dan pengembangan pabrik.

Sekitar 24% digunakan oleh PT Unipack Plasindo, anak entitas untuk pembayaran sebagian pembelian tanah berstatus hak guna bangunan seluas 4 ha di Delta Silicon VIII, Lippo Cikarang untuk relokasi pabrik yang sebelumnya berlokasi di Karawang. Sisanya digunakan untuk modal kerja. (bani)

Related posts