Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Smart City

Sabtu, 20/12/2014

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan sistem layanan elektronik "Smart City" untuk mengetahui, memantau, sekaligus menindaklanjuti segala keluhan masyarakat.Layanan smart city kini memang sedang menjadi trend diberbagai kota-kota besar di Indonesia saat ini. Program ini dianggap bisa menjadi solusi atas berbagai masalah yang sering terjadi pada kota-kota besar di Indonesia.

"Aplikasi ini merupakan konsep yang mewujudkan model baru pemerintahan yang melibatkan warga dalam pembentukan kebijakan publik," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Selain mendengarkan keluhan masyarakat, aplikasi "Smart City" juga dapat digunakan untuk memantau kinerja camat dan lurah dalam hal merespon keluhan atau laporan dari warga.Dalam sistem aplikasi tersebut, dia menuturkan terdapat dua jenis program yang dapat diunduh, yaitu program Cepat Respon Opini Publik (CROP) dan program QLUE.

"Saya memberikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI karena telah meluncurkan layanan ini. Apalagi dengan anggaran yang cukup minim, yaitu Rp3,5 miliar," ujar Basuki.

CROP diperuntukkan bagi aparat pemerintah sebagai pemberi respon, sedangkan QLUE diperuntukkan bagi masyarakat sebagai pelapor.Layanan "Smart City" ini sendiri juga dapat diakses melalui situs smartcity.jakarta.go.id.

"Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh aparat pemerintah, mulai dari lurah dan camat, agar segera mengunduh aplikasi ini, begitu pun seluruh masyarakat," tutur Basuki.

Situs itu terintegrasi dengan aplikasi sosial media pengaduan warga ibu kota, di antaranya e-mail dki@jakarta.go.id, Twitter@jakartagoid, Facebook jakarta.go.id, Balai Warga di situs www.jakarta.go.id, petajakarta.org, Lapor! 1708 dan Google Waze.

Nantinya laporan warga didalam aplikasi QLUE juga terintegrasi dengan situssmartcity.jakarta.go.id. Seluruh laporan warga di situs dan aplikasi tersebut juga langsung terhubung dengan aplikasi CROP yang khusus diunduh oleh aparat Pemprov DKI dan kepolisian.

Kemudian, aparat pemerintah yang menindaklanjuti laporan warga dapat memberikan hasil laporan respon melalui situs smartcity.jakarta.go.id yang terkoneksi langsung dengan aplikasi QLUE. Tidsak hanya itu saja, pada aplikasi ini terdapat pula data yang terintegrasi dengan situs smartcity.jakarta.go.id yaitu informasi jalur fiber optic, tinggi muka air, letak menara, pos polisi, data kependudukan dan sebagainya.

Smart citysendiri sebenarnya adalah sebuah konsep yang mengambil berbagai macam data dan informasi yang berada di setiap sudut kota, yang diperoleh melalui sensor yang terpasang. Dari data yang diperoleh dari sensor, lalu disajikan sesuai dengan kebutuhan pihak terkait melalui aplikasi yang dapat diakses oleh berbagai jenisgadget.

Di negara berkembang seperti Indonesia,smart citybisa menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan kota seperti kemacetan, perbaikan jalan, kesehatan, pendidikan, dan ketertiban. Sedangkan di negara maju,smart citydimanfaatkan untuk mengurangi polusi udara, emisi karbon dan sejenisnya. Dengan program ini diharapkan nantinya masyarakat bisa membantu pemerintah dalam mengawasi situasi dan kondisi yang terjadi di setiap sudut kota.