Keseriusan Astra Internasional Garap Properti

Siapkan Dana Rp 5,6 Triliun

Rabu, 17/12/2014

NERACA

Jakarta – Perluas di segmen pasar otomotif dan industri keuangan, PT Astra Internasional Tbk (ASII) mulai serius menggeluti bisnis properti yang dinilai memiliki prospek keuntungan yang tidak kalah di bandingkan sektor otomotif. Bahkan perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp 5,6 triliun untuk mengembangkan proyek properti hingga 2017.

Anak usaha Jardine Matheson Holdings tersebut mengalokasikan dana Rp 3,5 triliun untuk menara perkantoran Astra dan Rp 2,1 triliun untuk proyek apartemen mewah Anandamaya Residences,”Sebanyak 70% dana berasal dari pinjaman sindikasi bank dan sisanya 30 persen dari kas internal, serta hasil pra-penjualan (pre-sales) apartemen,” kata David Iman Santosa, chief Astra Property, di Jakarta, kemarin.

Meski demikian, David enggan mengungkapkan identitas sindikasi bank yang mengucurkan pinjaman. Dia hanya mengatakan, dana sudah siap dan dapat diambil sesuai kebutuhan. Secara keseluruhan, nilai investasi dua proyek Astra Property mencapai Rp 7 triliun. Masing-masing proyek menelan biaya sekitar Rp 3,5 triliun. Hingga awal tahun depan, Astra bersama Hongkong (HK) Land bakal mengucurkan dana sebesar Rp 2,1 triliun sebagai tahap awal pembangunan Anandamaya Residences.

Hingga November 2014, penjualan Anandamaya Residences sudah mencapai 80% dari total 509 unit apartemen yang dipasarkan. Hal ini, kata David, menunjukkan respons pasar yang positif terhadap produk apartemen mewah. “Kami optimistis seluruh unit apartemen yang tersisa akan terjual pada kuartal I-2015,” ucap dia.

Anandamaya Residences mulai dibangun bersamaan dengan Menara Astra, yakni sejak akhir 2013. Pengerjaan proyek yang berdiri di lahan seluas 2,4 hektare (ha) di Jalan Jend Sudirman, Jakarta Pusat tersebut diperkirakan selama empat tahun. Dengan demikian, perkantoran dan apartemen milik Astra dapat beroperasi penuh pada 2018.

Khusus proyek Anandamaya Residences, Astra menggandeng HK Land yang masih terafiliasi dengan Jardine Matheson Holdings, pemegang saham utama Astra International. Astra dan HK Land membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) bernama PT Brahmayasa Bahtera, dengan kepemilikan masing-masing 60% dan 40%. Adapun proyek Menara Astra dibangun sendiri oleh unit usaha perseroan.

Lebih jauh, David mengungkapkan, pihaknya sedang mempelajari peluang untuk mengembangkan proyek properti selanjutnya. Perseroan tidak menutup kemungkinan menggandeng pengembang-pengembang asing maupun lokal untuk proyek berikutnya,”Yang pasti, Astra sangat serius untuk menggarap sektor properti. Meski saat ini ada perlambatan di industri, namun permintaan di pasar properti akan terus ada dan terus menanjak, terutama di kota-kota besar Indonesia,” kata dia. (bani)