BPSDMKP Gandeng TUMSAT

Kembangkan SDM Kelautan dan Perikanan

Rabu, 17/12/2014

NERACA

Jakarta – Dalam mengembangkan Sumberdaya Manusia di bidang kelautan dan perikanan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDMKP) selalu melakukan peran aktif dengan lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi lainnya baik dalam maupun luar negeri. Salah satunya yakni dengan Tokyo University of Marine Science and technology (TUMSAT) yang saat ini sedang melakukan kunjungan ke Indonesia dengan Kapal latih TUMSAT dengan nama lambung Umitaka Maru yang sedang berlabuh di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Jakarta dari tanggal 13 – 18 Desember 2014.

Demikian diungkapkan siaran resmi BPSDM KP, yang dikutip Neraca, Selasa. TUMSAT merupakan salah satu Universitas Nasional Jepang yang didedikasikan untuk pendidikan Oseanografi dan studi terkait lainnya serta telah menghasilkan lulusan di bidang kelautan dalam memperkuat pengembangan SDM KP, TUMSAT melakukan kunjungan balasan ke BPSDMKP karena sebelumnya, BPSDMKP melalui Kepala Pusat Penyuluhan melakukan kunjungan ke TUMSAT pada Medio September 2014.

Selama di Indonesia, TUMSAT melakukan beberapa rangkaian kegiatan yakni melaksanakan International Workshop for Collaboration in Marine Science and Technology di Kapal Latih TUMSAT Umitaka Maru pada hari Senin tanggal 15 Desember 2014. Presiden TUMSAT Prof. Nobuaki Okamoto mengundang BPSDMKP menghadiri dan menyampaikan paparan mengenai BPSDMKP serta melakukan one to one meeting dengan BPSDMKP merupakan rangkaian kegiatan TUMSAT selama sepekan di Indonesia dengan melakukan pertukaran informasi antara BPSDMKP dan TUMSAT terkait upaya pengembangan SDM KP dalam bidang pendidikan dan mendiskusikan mengenai potensi – potensi kerjasama yang dapat dikembangkan.

Menurut Kepala BSDM KP, Suseno Sukoyono, kegiatan ini lembaga yang dia pimpin juga akan menginformasikan kepada TUMSAT mengenai pola pendidikan yang dilakukan oleh BPSDMKP yakni Pendidikan yang dilaksanakan pada satuan pendidikan KKP bersendikan empat pilar utama, yakni learning to know, to do, to live together, dan to be. Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter kebangsaan, sebagaimana manusia yang cerdas dan berkepribadian unggul yang siap menyongsong persaingan global.

Sistem pendidikan yang digunakan merupakan pendidikan vokasi, yang mengarah pada pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan karakter (character building). Berbekal pada kompetensi keahlian dan karakter yang kuat, para lulusan dapat menjadi tenaga kerja yang profesional, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, sehingga dapat menjadi kekuatan bagi pengembangan dunia usaha dan dunia industri kelautan dan perikanan nasional.

Sementara itu, pendekatan yang diterapkan adalah Teaching Factory (TEFA), merupakan proses pembelajaran keahlian atau keterampilan yang dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya dalam suatu alur produksi guna menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan tuntutan konsumen atau pasar didukung dengan sarana dan prasarana setara dengan dunia usaha dan dunia industri sesungguhnya.

Dalam rangka melaksanakan kegiatan praktek Taruna (peserta didik), BPSDMKP memiliki Kapal Latih yang berada di STP Jakarta yakni KM. Madidihang 03, Kapal tercangih se-Asia Tenggara ini dibangun di Galangan Kapal Astilleros Gondan Shipyard, Spanyol, ini dilengkapi berbagai peralatan canggih dan modern, seperti alat tangkap purse seine dan long line, laboratorium perikanan dan oseanografi, palka berukuran 70 ton, fresh water maker sebagai sumber air bersih dan gudang pendingin (cold storage), ruang kelas dan akomodasi untuk 50 orang taruna, serta ruang tidur untuk Anak Buah Kapal (ABK).

Pengawakan pada kapal yang hanya satu-satunya di Indonesia ini terdiri dari 23 ABK, 2 instruktur, 2 peneliti, serta 50 taruna (Peserta didik). Adapun perlengkapan risetnya antara lain SBE 911 plus 6600 CTD; EA 600 Scientific Echosounder; EK 60 Fish Finder; TRDI 75 Hz ADCP; SBE 21TSGF; 10 Au Flourmeter Turner; PORTASAL Guidekine Salinometer; Meteo; SEAPATH 20 NAV Scientific GPD; 10 unit dive equipment; dan 2 kamera di bawah air. Kapal ini dibawa dari Spanyol ke Jakarta selama 2 bulan melewati Cape Town, Afrika Selatan.

Kunjungan balasan TUMSAT adalah menggali potensi kerjasama yang bisa dilakukan yakni ; Pertukaran pelajar, Tenaga pengajar, Pelatih (instruktur); Penyelenggaraan workshop international tentang Pengembangan SDM KP tahunan kedua pihak yaitu Pengembangan Penyuluh Perikanan dan Pengembangan kurikulum pendidikan kelautan dan perikanan.

Pada rilis resmi sebelumnya, disebutkan, dalam rangka peringatan puncak Hari Nusantara 2014 yang dipusatkan di Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), BPSDM KP menyelenggarakan kegiatan di bidang pengembangan SDM kelautan dan perikanan melalui pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan. “Pengembangan SDM ini sangat penting karena mengelola sumberdaya alam kelautan dan perikanan pada hakekatnya adalah mengelola SDM-nya, terlebih saat ini dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015,” ujar Suseno Sukoyono.