Jaya Real Property Jual Saham Buyback

NERACA

Jakarta – Perusahaan properti, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) berencana untuk menjual sebanyak 441.565.300 saham yang diperoleh dari hasil pembelian kembali (buyback) atas 583.465.300 saham. Perseroan diketahui melakukanbuybackpada periode 22 Desember 2008 hingga 19 Maret 2014.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (16/12), dijelaskan, perseroan akan menjual saham daribuybackyang dilakukan pada periode 9 Februari 2009 hingga 19 Maret 2014.Adapun, pengalihan saham tersebut dilaksanakan dengan cara menjual di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai Anggota Bursa yang melakukan penjualan saham hasilbuybackini.

Tercatat, pada perdagangan Selasa kemarin, harga saham PT Jaya Real Property Tbk berada pada posisi Rp 1.030 per saham. Posisi tersebut stagnan dari harga penutupan pada Senin (15/12) yang juga berada di angka Rp 1.030 per saham.

Tahun depan, perseroan bersiap mengucurkan dana senilai Rp 1,6 triliun sebagai capital expenditure (belanja modal) untuk ekspansi bisnis tahun 2015 mendatang. Dana senilai itu akan digunakan untuk merealisasikan pembangunan Bintaro Xchange Shopping Mall II, menara perkantoran Bintaro Xchange, pembangunan Plaza Bintaro Residence tahap I, beberapa klaster perumahan distrik Discovery dan Kebayoran di Bintaro Jaya, serta Fortune Terrace di Graha Raya.

Wakil Presiden Direktur PT Jaya Real Property Tbk, Henky Wijaya pernah bilang, Bintaro Xchange tahap II dan perkantoran Bintaro Xchange merupakan bagian dari pengembangan kawasan komersial seluas 25 hektare di dalam area pengembangan Bintaro Jaya. Nantinya, jelas Henky, di dalam kawasan komersial bertajuk Bintaro Xchange tersebut terdapat dua buah pusat belanja yang saling terhubung, sepuluh menara perkantoran, hotel dan lima menara apartemen strata (kondominium),”Jangka waktu pembangunan hingga selesai diperkirakan sekitar 15 tahun,"ujarnya.

Untuk tahap awal, setelah Bintaro Xchange Shopping Mall I beroperasi dengan tingkat okupansi 92%, akan dikembangkan tahap kedua. Rencananya, pembangunan pusat belanja seluas 26.000 meter persegi tahap kedua tersebut pada akhir tahun 2015.

Adapun dana yang disipakan untuk membangun Bintaro Xchange Shopping Mall II senilai Rp 200 miliar. Jumlah yang sama juga akan dialokasikan untuk pembangunan Bintaro Xchange Office seluas 30.000 meter persegi,”Perkantoran akan direalisasikan pada kuartal ketiga 2015. Sudah ada perusahaan perbankan yang berkomitmen mengisinya. Sementara untuk pusat belanjanya kami sudahmendapat konfirmasi dari mini anchor yang saat ini sedang popular di Indonesia," tandas Henky.

Dia menambahkan, tahun depan juga perseroan akan melansir Plaza Bintaro Residence Tahap II dengan penawaran perdana sekitar Rp 399 juta per unit. Menyusul kesuksesan penjualan Plaza Bintaro Residence tahap I yang saat ini telah mengalami pertumbuhan harga menjadi Rp 20 juta per meter persegi dari sebelumnya hanya Rp 14 juta-Rp 15 juta per meter persegi. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham PANI Oversubscribed 14 Kali - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG)…

BEI Belum Ubah Aturan Main Saham UMA

Meningkatnya tren saham yang mask dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau bergerak di luar kewajaran dan bisa disebut…

Cikarang Listrindo Siapkan US$ 20 Juta - Rencanakan Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) berencana pembelian kembali saham atau buyback…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…