Bakery Sehat Harga Terjangkau

Kesukaannya pada kue dan roti membuatnya menekuni bisnis bakery hingga ke Singapura selama satu bulan, Chrysansia Citra Dewi namanya, seorang sarjana psikologi lulusan Universitas Atmajaya tahun 2002, yang justru tertarik menekuni diri sebagai chef pembuatan roti.

Neraca. Minatnya dibidang tata boga dibidang pembuatan roti, mengantar dirinya mendirikan bisnis bakery, dengan nama “Chef’s Kitchen Bakery And Pastry,” di tahun 2006. Nama yang diyakini diambil berdasarkan visi, “Untuk menyediakan,” bukan sekadar roti dan kue-kue tapi membuka sebuah bisnis dalam bentuk resto. “Nama itu saya buat berdasarkan visi saya, bukan hanya bakery dan kue-kue biasa, tapi menyediakan makanan seperti di restoran,” jelas Citra.

Pada permulaannya Chef’s Kitchen Bakery And Pastry hanya menyediakandan menyupply produk bakery dan pastry ke berbagai resto dan cafe ternama di Jakarta. “Ketertarikan dan rasa cinta pada bakery membuat saya tetap bertahan di bisnis ini,” tutur Citra.

Bila kita telah mencintai sesuatu pastinya apa yang kita lakukan akan terasa menyenangkan walau terkadang banyak orang yang heran melihatnya.Rasa berat dan letih tidaklah menjadi penghalang untuk terus menjalankan usaha. Jadi dalam menjalankan usaha bakery saya menjalankannya dengan penuh kecintaan, lanjutnya.

Untuk modal awal yang dikeluarkan memang cukup besar lebih dari ratusan juta rupiah. Mengingat peralatan yang dibutuhkan untuk membuat bakery dan kue-kue lainnya harganya lumayan mahal. Jadi maklum saja bila modal yang dikeluarkan cukup besar tetapi semua peralatan tersebut telah mencukupi dan lengkap sehingga untuk kedepannya dapat menghemat pengeluaran. ”Untuk pertama kali saya mengeluarkan modal usaha sekitar Rp. 200-250 juta untuk membeli semua perlengkapan termasuk lengkap dengan peralatan memasak,” kata Citra.

Bisnis bakery memang telah merebak dari dahulu tetapi di resto ini memiliki daya tarik sendiri. Mereka menyediakan healthy breads/roti sehat dengan bahan baku pembuatan produk dari bahan alami dan memenuhi kriteria kesehatan. ”Di chef`s kitchen ini kami memiliki keunikan tersendiri yaitu bakery yang kami buat tidak fokus diroti manis saja tetapi lebih pada penggunaan bahan pembuatan produk yang tidak memakai telor, mentega dan sebagainya yang kami sebut healthy breads/roti sehat. Roti sehat ini telah menjadi salah satu andalan dan dikenal oleh para pelanggan karena hampir belum ada yang menjual healthy breads ditempat lainnya,” terang Citra.

Dari jumlah karyawan 7 orang kini telah bertambah menjadi 50 orangdan memiliki sekitar 16 outlet di berbagai daerah di Jakarta yang cukup terkenal. Maka pada 2010 Chef’s Kitchen membuka gerai pertama dengan nama Chef’s Kitchen Bakery And Pastry, di Kemang Raya No. 19 Jakarta Selatan.

Open Kitchen merupakan konsep dari Chef’s Kitchen yang bertujuan menyajikan produk yang selalu fresh dan membawa para costumer lebih dekat dalam proses pembuatan bakery dan pastry di outletnya. Visi utamanya adalah “Stay Healthy Stay Delicious” yang sesuai dengan konsep produk yang lezat dan sehat.

Chef’s Kitchen/dapur koki memberikan keleluasaan kepada para custommernya untuk melihat langsung para koki yang sedang memasak untuk disajikan. Proses pembuatan hingga finishing produk tersebut tentunya sangat menarik para customer yang melihatnya. “ Banyak para pengunjung yang datang bisa melihat langsung koki yang sedang membuat pengolahaan roti dan kue sehingga tidak ada sekat antara pembeli dan koki. Suasana itu sengaja kami tampilkan agar para customer merasa senang dan nyaman,”tutur Citra.

Untuk omset pendapatan saat pertamakali berjalan dibandingkan saat ini, jelassangat berbeda. Pada mulanya omset yang masuk hanya sekitar puluhan juta rupiah saja. Seiring perkembangan waktu banyak para pelanggan yang bertambah sehingga dengan demand yang meningkat maka otomatis produk yang dibuat semakin banyak. Peningkatan demand ini tentu saja meningkatkan omset pemasukan. “Omset perbulan yang kami dapatkan sekitar Rp. 500juta-Rp.600juta,” jelas Citra.

Related posts