Acset Segera Rampungkan Penjualan Saham - Rencana Diakuisisi United Tractor

NERACA

Jakarta – Perusahaan konstruksi, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menyambut baik rencana akuisisi PT United Tractors Tbk (UNTR) mengakuisisi sebagian besar mayoritas saham perseroan dengan alasan akan memperkuat jaringan kontrak kedepan. Maka dengan begitu, manajemen menyetujui pelepasan 50,1% saham ke anak usaha Astra Internasional tersebut.

Kata Direktur PT Acset Indonusa Tbk, Agustinus Hambadi, perseroan akan melepas 50,1% saham ke PT United Tractors Tbk,”Untuk nilai belum bisa disebutkan, tapi prosentasenya itu minimal," ujarnya di Jakarta, Selasa (16/12).

Agustinus mengatakan antara Acset dengan UNTR baru sebatas memorandum of understanding dan belum mengarah kontrak pembelian saham. Oleh karena itu, soal kapan waktunya penandatangan kontrak pembelian akan digelar dalam waktu dekat. Sebagai informasi, entitas anak usaha Astra International, PT United Tractors Tbk masih dalam tahap negosiasi dengan para pemegang saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST), untuk mengakuisisi 250,5 juta saham (50,1%) Acset.

Tercatat hingga kuartal tiga 2014, PT Acset Indonusa Tbk telah merealisasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 42,5 miliar. Adapun dana belanja modal yang dianggarkan hingga akhir tahun ini total sebesar Rp 60 miliar,”Dana tersebut telah digunakan untuk menambah peralatan dan mesin konstruksi yang dapat mendukung kegiatan, pertumbuhan dan profitibilitas proyek," kata Agustinus Hambadi.

Dia menuturkan, kontrak baru yang didapat perseroan pada tahun ini diantaranya adalah Gayanti City, TCC Batavia Tower 2, Taman Anggrek Residence, Thamrin Nine Phase 2, Puri Mansion Apartement, Silo Semen Balikpapan dan Silo Semen Pontianak untuk proyek pondasi serta Harris dan Yello Hotel untuk proyek konstruksi.

Dijelaskannya, pencapaian perseroan diperoleh dari penerapan strategi usaha tetap fokus pada bisnis utama Acset Indonusa, yaitu konstruksi dan jasa pondasi. Sampai dengan kuartal III 2014, Acset Indonusa berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 858 miliar atau naik sebesar 45% dibandingkan dengan pendapatan usaha pada periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 590 miliar.

Alhasil, laba bersih perseroan berhasil meningkat sebesar 47% dari Rp 47 miliar per September 2013, menjadi Rp 69 miliar pada periose serupa tahun 2014. Disebutkan, pendapatan tersebut diperoleh dari bisnis utama perseroan yaitu jasa konstruksi dan jasa pondasi. (bani)

BERITA TERKAIT

RUU Terorisme Perlu Segera Disahkan

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Erwan Agus Purwanto mengatakan Rancangan Undang-Undang tentang Terorisme perlu segera…

Audi Bidik Penjualan 800 Ribu Mobil Listrik Pada 2025

Merek mobil premium Jerman, Audi, mengumumkan rencananya untuk menjual sekitar 800 ribu kendaraan listrik dan mobil hybrid pada tahun 2025…

Indonesia-Amerika Serikat Sepakati Rencana Kerja HAKI

Indonesia-Amerika Serikat Sepakati Rencana Kerja HAKI NERACA Jakarta - Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati rencana kerja hak atas kekayaan intelektual…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

GMF Bukukan Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Pada kuartal pertama 2018, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut…

Investor di Bali Targetkan Tumbuh Merata

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar menyasar pertumbuhan merata jumlah investor saham di Bali untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi…

Sepekan Nilai Kapitalisasi Pasar Turun 2,68%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan kemarin mengalami koreksi 2,91% menjadi 5.783,31 poin dari 5.956,83 poin…