Solusi Hypno Selling Bagi UMKM

Cirebon, Jawa Barat

Rabu, 17/12/2014

NERACA

Cirebon - Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) saat ini semakin mengalami tantangan yang berat untuk tetap bertahan menjalankan bisnisnya. Keunikan produk atau jasa yang ditawarkan akan menjadi nilai unggul bagi mereka untuk tetap bertahan pada sektor bisnis yang ditekuni, namun keterbatasan wawasan dan pengetahuan menjadi kendala utama bagi UMK. Hal ini disadari oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM selaku BUMN yang fokus pada pemberdayaan UMK untuk melakukan pendampingan pada UMK guna semakin berkembang dalam menjalankan usahanya melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

Kali ini PNM melalui PNM Cabang Cirebon melaksanakan program capacity building bagi nasabah binaan dengan trainer yaitu Drs. H. Dedi Junaedi pakar hypno selling. Tema yang diusung kali ini adalah “Hypno Selling Solusi yang efektif dalam Mengembangkan Usaha Mikro”.

Pemimpin PNM Cabang Cirebon Budi Santosa mengatakan bahwa konsep pendampingan dan pelatihan seperti ini sangat diperlukan bagi pelaku UKM, karena dengan adanya sarana tersebut dapat menjembatani para pelaku UKM untuk bertukar pikiran serta meluaskan jaringan antar pelaku UKM. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diprakarsai oleh PNM sebagai sebuah inisiatif nasional untuk mengembangkan pelaku UKM di Tanah Air.

“Hypnoselling adalah teknik hipnosis yang dilakukan secara tidak langsung. Umumnya dilakukan melalui percakapan. Nah, percakapan disini melibatkan komunikasi. Maka hypnoselling yang menitik beratkan pada teknik komunikasi ini pun dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip komunikasi pikiran bawah sadar manusia,” kata dia, Selasa (16/12).

“Beberapa contoh aplikasinya adalah bagaimana cara membangun keakraban dalam waktu singkat, membangun pondasi kepercayaan, menghargai konsumen, memberi kebebasan kepada konsumen, menggali kebutuhan dasar konsumen, menggunakan self hypnosis untuk membentuk mental jagoan seorang penjual, dan sebagainya,” tambah Budi.

Sementara itu, Executive Vice President PNM, Arief Mulyadi mengatkana, PNM secara aktif sering turut serta pada beberapa event expo kedaerahan atau pameran guna mengenalkan produk-produk nasabah binaan terbaik tiap daerah.”Kami juga berharap melalui kegiatan semacam ini bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk unggulan Indonesia dengan cara memiliki dan menggunakan produk dalam negeri,” kata dia.

“Kesimpulannya, hypnoselling adalah cara untuk membangun jembatan antara pikiran seorang penjual dengan konsumen. Apakah hypnoselling dapat digunakan untuk mengendalikan dan memengarui konsumen? Tentu saja tidak jika seorang penjual tidak tahu bagaimana cara membangun keakraban, membangun pondasi kepercayaan dan benar-benar memahami konsumen. Baik dengan komunikasi verbal atau non-verbal. Jadi silahkan kita lebih bijaksana dalam melihat dan menyikapi fenomena hypnoselling ini,” lanjut Arief.

PNM cabang Cirebon hingga saat ini didukung oleh 29 kantor unit layanan modal miro (ULaMM) yang dibagi ke dalam 5 (lima) klaster, yaitu Pekalipan, Jatibarang, Rajagaluh, Subang, dan Kuningan. Tercatat hingga bulan November 2014 cabang Cirebon mencatatkan total pembiayaan outstanding sebesar Rp179 miliar meningkat dari tahun sebelumnya hingga periode yang sama sebesar Rp169,8 miliar. Untuk total nasabah cabang Cirebon tercatat sebanyak 4.475 nasabah. [mohar]

Topik Terkait

percakapan hypnoselling