Pabrik Meledak, Saham KRAS Melemah

Rabu, 17/12/2014

Pasca ledakan pabrik baja PT Krakatau Posco di Cilegon, rupanya memberikan dampak terhadap pergerakan harga saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebagai pemilik saham perusahaan patungan tersebut. Tercatat pada perdagangan sesi pertama, harga saham perseroan turun 2,36% ke level Rp 455 per saham. Harga saham KRAS sempat sentuh di level tertinggi Rp 465 dan terendah Rp 453 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 446 kali dengan nilai transaksi harian saham Rp 1,6 miliar.

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, harga saham PT Krakatau Steel Tbk cenderung tertekan dipengaruhi oleh kondisi bursa saham yang melemah. Sedangkan sentimen pabrik PT Krakatau Steel-Posco yang meledak kemarin dinilai tidak begitu pengaruhi harga sahamnya,”Ini lebih karena market. Memang ada ledakan di pabrik Krakatau tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, pada awal pekan kemarin, pabrik baja yang diresmikan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2013 lalu meledak. Asap tebal dari pabrik patungan PT Krakatau Steel-Posco itu pun mengepul di langit Kota Cilegon.

Sebanyak 7 karyawan mengalami luka bakar hingga 70%. Mereka kini mendapatkan perawatan di RS Krakatau Medika,”Kejadian berawal pada saat penuangan besi cair dari ladle ke converter, tempat menaruh besi cair yang akan dituangkan ke converter. Biasanya nggak apa-apa," kata Corporate Secretary PT Krakatau Posco, Christiawaty Ferani Kaseger.

Asal tahu saja, pembangunan pabrik baja PT Krakatau Posco tahap I menelan investasi mencapai US$ 2,7 miliar atau sekitar Rp 23,94 triliun. Lokasi pabrik baja Krakatau Posco di Krakatau Industrial Estate Cilegon Banten menempati lahan seluas 400 hektar. Keberadaan pabrik baru ini menjadi harapan baru agar Indonesia bisa mengurangi impor baja dari berbagai negara. (bani)