Jateng Art Festival, Konservasi Budaya Merajut Keragaman

Kebudayaan memang menjadi ciri khas bahkan kepribadian bangsa, karena itu menjaga agar kebudayaan bangsa tidak hilang menjadi suatu hal yang sangat penting. Dengan mengusung tema "Konservasi Budaya, Merajut Keragaman," terlihat semarak 44 pameran data informasi seni tradisi pada event Jateng Art Festival yang diselenggarakan di Wisma Perdamaian, Semarang, 6-7 Desember 2014.

Pada event itu, pengunjung juga bisa mengikuti talkshow mengenai seni tradisi dan ekonomi kreatif yang menghadirkan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Kukrit S Wicaksono (Ketua Kadin Jateng), Eko Nugroho (Direktur Dreamlight Animation), dan Prie GS (Kartunis dan Budayawan) sebagai pembicara.

Beberapa peserta yang hobi menggambar dan membuat animasi pun terlihat sangat antusias saat mengikuti workshop yang dipimpin langsung oleh Abudllah Ibnu Thalhah (Rumah Kartun Indonesia dan Kartunis Tabloid Cempaka – Suara Merdeka), serta aPolo Triuns (Animator).

Simposium menarik juga digelar untuk membahas budaya pesisiran bersama Ki Entus Susmono (Dalang dan Bupati Tegal), Mudjahirin Thohir (Akademisi Undip), Triyanto Tiwikromo (Sastrawan & Redpel Suara Merdeka), Munawir Aziz (Peneliti Budaya Pesisir Lasem), dan Rohendi Rohidi (Guru Besar Seni UNNES). Tidak ketinggalan pula penampilan tari topeng tegal, tari sufi multikultular, seni kecapi suling dan seni tradisi gondorio.

Semarang sendiri merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah, sekaligus kota berkembang yang menyimpan sejarah dimana patut dijelajahi. Banyak orang yang terkesima melihat bagaimana kota ini mempercantik diri dengan tetap mempertahankan budayanya yang heterogen. Di Semarang, Anda akan merasakan sentuhan harmonisasi Jawa yang sudah berakulturasi dengan budaya Cina, Arab, dan Belanda.

Saat mengeksplor kota ini, kunjungi Museum Kereta Ambarawa yang merupakan stasiun kereta api tertua di Semarang. Setelah itu, berjalan-jalanlah di kawasan kota lama atau menilik kampung Cina yang berwarna-warni. Wisata Anda tidak akan membosankan karena Semarang memiliki banyak sekali kuliner khas yang sanggup memuaskan liburan wisatawan, sebut saja lumpia, soto semarang, tahu gimbal, wingko babat dan masih banyak lagi yang lainnya.

BERITA TERKAIT

Harkopnas 2019 Akan Bernuansa Milenial dan Budaya Lokal

Harkopnas 2019 Akan Bernuansa Milenial dan Budaya Lokal NERACA Jakarta - Untuk pertama kali, puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas)…

Pawai Budaya Peringatan 379 Tahun Kota Amlapura

Pawai Budaya Peringatan 379 Tahun Kota Amlapura NERACA Karangasem - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan meresmikan gelaran…

Kemendesa Gelar Festival Pranata Adat dan Forum Perdamaian di Situbondo

NERACA Situbondo – Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Aisyah…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Tiket Pesawat Mahal, Danau Toba Kehilangan Turis

Harga tiket pesawat penerbangan domestik yang masih mahal membuat kunjungan wisatawan ke Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara turun sebesar 10…

Candi Prambanan Jadi Lokasi Perayaan Hari Yoga Internasional

Jalinan persahabatan India dan Indonesia tak hanya manis di bibir. Sejak kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Tanah…

Wisman Mulai 'Serbu' Gunung Rinjani

Ratusan wisatawan mancanegara (wisman) mulai 'menyerbu' Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk menikmati suasana pendakian…