Indonesia Menjadi Pasar Potensial FMCG

Rabu, 17/12/2014

NERACA

Jakarta - Sebagai salah satu negara di Asia dengan tingkat pertumbuhan pasar konsumer/ritel (fast moving consumer good/FMCG) yang tinggi yaitu 13% untuk kawasan perkotaan, Indonesia merupakan pasar yang potensial. Pertumbuhan double digit yang terlihat di semua sektor menjadi tantangan pelaku usaha FMCG.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia, Lim Soon Lee mengatakan, para pemain FMCG kini dihadapkan pada kenyataan bahwa strategi pemasaran produk- produk yang biasa dikonsumsi di dalam rumah saja tidak cukup,”Untuk terus berkembang, mereka dituntut lebih kreatif dalam memasarkan produk- produk yang dikonsumsi di luar rumah (out of home consumption)," ujarnya.

Kantar Worldpanel Indonesia melakukan riset dalam tiga bulan terakhir untuk beragan kategori produk FMGC di Indonsia. Berdasarkan riset tersebut, pada daerah urban (perkotaan) Indonesia, produk siap minum (ready to drink product) seperti kopi intan atau siap minum, minuman isotonik dan minuman energi mempunyai kontribusi volume paling besar untuk konsumsi di luar rumah.

Lim mengatakan, untuk terus menigkatkan pertumbuhan, strategi untuk produk yang dikonsumsi di luar dan di dalam rumah tentu saja berbeda. Sebagai contoh, untuk konsumsi di dalam rumah pada kategori biskuit, kemasan besar di atas 30 gram mengkontribusikan di atas 80% dari total konsumsi di dalam rumah. Sedangkan kemasan yang lebih kecil (di bawah 30 gram) lebih banyak dikonsumsi di luar rumah yakni di atas 50% dari total konsumsi di luar rumah karena lebih ringan dan mudah dibawa. "Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi di luar rumah lebih banyak dikontribusikan dari kemasan kecil dan mudah dibawa," kata Lee.

Kantar Worldpanel menemukan hal yang menarik pada pola konsumsi di luar rumah pada setiap kelompok umur. Dari sini bisa menemukan preferensi kategori yang berbeda pada setiap kelompok berdasarkan nilai pasar (value).

Pada kelompok anak usia di bawah 10 tahun, preferensi kategori kelompok ini adalah susu cair, biskuit, dan es krim yang mengkontribusikan sampai dengan 55% ke total grup tersebut. Pada kelompok remaja usia 11-20 tahun, preferensi kategori kelompok ini adalah teh siap minum, biskuit, susu cair dan es krim yang mengkontribusikan sampai dengan 52% ke total grup tersebut.

Pada kelompok dewasa usia 21-30 tahun, preferensi kategori kelompok ini adalah teh siap minum, jus siap minum, isotonik, dan biskuit yang mengkontribusikan sampai dengan 52% ke total grup tersebut. Sedangkan pada kelompok dewasa usia 31-45 tahun, preferensi kategori kelompok ini adalah teh siap minum, air minum kemasan, dan isotonic yang mengkontribusikan sampai dengan 48% ke total grup tersebut.

Adapun pada kelompok dewasa usia di atas 45 tahun, preferensi kategori kelompok ini adalah teh siap minum, air minum kemasan, dan isotonic yang mengkontribusikan sampai dengan 49% ke total grup tersebut. Account Director Kantar Worldpanel Indonesia Nadya Ardianti mengungkapkan hal yang bisa dilakukan oleh pemain FMCG dalam menentukan strategi pemasaran untuk produk-produk yang dikonsumsi di luar rumah bisa beragam. Misalnya untuk kategori yang mempunyai target pasar anak, seperti susu cair, es krim dan biskuit bisa menekankan terhadap informasi nutrisi terhadap ibu atau orang tua yang mempunyai peranan penting terhadap konsumsi anak.

Sedangkan untuk kategori yang target pasarnya adalah dewasa, selain harus memastikan tingkat ketersediaan produk tersebut, juga harus memastikan bahwa produknya akan dipilih oleh para konsumen, dikarenakan uang saku yang terbatas. (bani)