PNM Bangun Kepercayaan Diri Pelaku UMKM

D.I Yogyakarta

Selasa, 16/12/2014

NERACA

Yogyakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM cabang Yogjakarta setelah sukses menggelar pelatihan kepada nasabah pada bulan sebelumnya kali ini kembali melaksanakan workshop Pengembangan Kapasitas Usaha bagi nasabah binaan PNM untuk Klaster Prembun. Mengangkat tema “Membangun Kepercayaan Diri dan Motivator Dari Dalam Diri Di Dalam Berwirausaha” merupakan yang kedua kalinya diadakan oleh klaster Prembun. Untuk cabang Yogyakarta sendiri pelatihan ini merupakan yang kelima selama tahun 2014.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat tugas membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), seminar kerja seperti ini merupakan program regular yang dilaksanakan hampir setiap bulannya. Profil produk dominan nasabah yang hadir dari sektor perdagangan, sektor pertanian, sektor jasa dan lainnya.

Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi mengatakan, dalam pelatihan ini para debitur akan diberikan pemahaman, motivasi, dan diskusi strategi untuk mengembangkan usaha mikronya agar lebih berkembang baik dari aspek produksi, distribusi, dan pemasaran. UMK di Yogyakarta mempunyai potensi untuk mengembangkan bisnisnya sesuai dengan potensi bisnis di daerah tersebut seperti makanan tradisional, kerajinan, dan pariwisata.

“Menjelang MEA pelaku koperasi dan UMKM harus mulai menyadari bahwa menggarap pasar ekspor merupakan salah satu tantangan yang sudah di ambang pintu. Oleh karena itu, seluruh komponen yang bergerak di dalamnya harus memiliki bekal yang mumpuni untuk dapat menggarap pasar ekspor. Kepercayaan diri akan potensi dan hasil usaha merupakan pondasi awal yang harus dibentuk,” kata Arief, di DI Yogyakarta, Senin (15/12).

Pementara itu, Pemimpin PNM cabang Yogyakarta Dhandi Iswandi, mengatakan bahwa kontribusi nasabah ULaMM di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya telah mengalami peningkatan yang baik, dan potensi calon nasabah cukup besar. Pelatihan seperti ini secara langsung juga mempengaruhi kinerja nasabah sekitar. “Jadi salah satu aspek penting agar mampu berperan dan mengambil manfaat dengan hadirnya globalisasi dan perdagangan bebas adalah peningkatan kemampuan dan profesionalitas SDM,” ungkap dia.

“Kami berharap ada peningkatan dari sisi pemasaran dan jaringan usaha. Kami ingin mengoptimalkan pasar lokal sekaligus melakukan ekspansi ke pasar regional sebagai langkah antisipasi menjelang MEA 2015. Penekanan terhadap pentingnya peningkatan kualitas produk dan pelayanan untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus mendapatkan dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” kata Dhandi.

Sebagai informasi tambahan cabang Yogyakarta dibagi ke dalam 5 (lima) wilayah klaster yaitu klaster Prembun, klaster Yogyakarta, klaster Purbalingga, klaster Cilacap, dan klaster Wangon. Ditopang oleh 31 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) cabang Yogyakarta berhasil mencatatkan total pembiayaan outstanding hingga November 2014 sebesar Rp124 Milyar. Sementara untuk nasabah tercatat sebanyak 3.178. Akumulasi pencairan total Rp620 Milyar mulai awal berdiri hingga saat ini. [mohar]