Trimegah Revisi Target IHSG Akhir Tahun

NERACA

Jakarta – Menutup akhir tahun, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus terdepresi dan nyaris tembus di level Rp 13.000 per dollar AS. Ditambah minimnya sentiment positif, membuat pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga akhir tahun terus tertekan. Oleh karena itu, PT Trimegah Securities merevisi proyeksi kenaikan IHSG sebesar 10% di level 5.634 dari target posisi akhir tahun di level 5.854.

Saat ini price earning ratio (PE) tercatat masih di level forward 14 kali, di bawah rata-rata PE historical dari 2011 sebesar 15 kali. Kata analis Teknikal PT Trimegah, Securities Gina Nasution mengatakan, beberapa faktor yang mempengaruhi pasar tahun depan di antaranya kenaikan suku bunga The Fed menjadi 1,125% dari 0,25% dan pelemahan harga minyak dunia yang masih akan berlanjut,”Untuk setiap penurunan US$ 1 per barel, akan ada saving budget pemerintah sebesar Rp 1,8 triliun dengan asumsi APBN harga minyak US$ 105 per barel," katanya di Jakarta, Senin (15/12).

Adapun, beberapa saham top pick tahun depan di antaranya PT Bank Nasional Indonesia (BBNI), PT Bank Jatim (BJTM), PT Tower Bersama (TBIG), PT Indocement (INTP), PT Mitra Adi Perkasa (MAPI), PT Adhi Karya (ADHI), PT Waskita (WSKT), PT Sumarrecon (SMRA) dan PT Soechi Lines (SOCI). Kinerja mereka telah terbukti outperform IHSG sebesar 14% sejak Desember 2013 lalu.

Dia menjelaskan, masih didominasi perusahaan konstruksi dan infrastruktur sejalan dengan komitmen presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus menggaet investor di sektor tersebut, yang terbaru Korea Selatan. Lebih lanjut, Gina menilai kondisi politik dan makro ekonomi tahun depan mulai mereda. Inflasi diperkirakan di level 5%.

Kemudian rupiah diperkiran menguat ke Rp 12.150 dengan risiko jangka panjang Rp 13.000 seiring penguatan dolar AS terhadap seluruh mata uang. BI rate diperkirakan naik 25 basis poin ke 8% seiring kenaikan suku bunga The Fed.

Tahun depan, lanjut Gina, IHSG bakal naik menuju level 5.634 dari target posisi akhir tahun ini di kisaran 5.488. Proyeksi laju IHSG tahun depan, menurut dia, juga akan didukung kondisi politik dan makro ekonomi tahun depan mulai mereda.

Sementara analis penelitik ekuitas PT Trimegah Securities, Angga Aditya Assaf menuturkan, kinerja sektor finansial tahun depan diperkirakan masih akan tumbuh moderat lantaran beberapa tantangan. Menurutnya, ada tiga tantangan yang akan dihadapi sektor keuangan. Ketiga hal itu adalah implementasi pembangunan infrastruktur, tingginya kredit bermasalah (non performing loan/NPL) untuk modal kerja dan investasi serta pembatalan suku bunga deposito oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”Saya kira dilihat dulu beberapa tantangan ke depan, dana pihak ketiga (DPK) yang relatif flat menyusul pembatalan deposito landing oleh OJK, juga kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) the Fed," paparnya. (bani)

Related posts