Kejelian MNC Grup Merambah Bisnis Jalan Tol - Siapkan Belanja Modal Rp 6 Triliun

NERACA

Jakarta – Sukses mengembangkan bisnis di industri keuangan dan media, belum menyurutkan minat ekspansi bisnis Grup Media Nusantara Citra (MNC) disektor lainnya. Teranyar, Grup MNC ini bakal mengembangkan sektor infrastruktur di jalan tol yang dinilai potensi pasarnya yang menjanjikan.

CEO MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo mengatakan, ekspansi bisnis selanjutnya adalah pengembangan jalan tol. Bahkan untuk memuluskan bisnis yang satu ini, perseroan telah mengucurkan dana sebesar Rp 6 triliun untuk belanja modal tahun depan, “Untuk mengerjakan proyek yang berjalan dan yang akan dikerjakan pada tahun depan kira-kira itu butuh dana Rp 6 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan Grup MNC Syafril Nasution di Jakarta, kemarin.

Syafril menegaskan, pada pekan ini atau awal pekan depan, perseroan bakal menetapkan kontraktor yang mengerjakan ruas tol Ciawi-Sukabumi. Perseroan telah melakukan penilaian terhadap dua kontraktor di dalam negeri dan satu perusahaan asing. Selanjutnya, perseroan berencana memulai konstruksi seksi satu ruas Ciawi-Sukabumi pada Januari 2015.

Seperti diketahui, ruas tol Ciawi-Sukabumi terbagi dalam empat seksi. Seksi I Ciawi-Cigombong sepanjang 15 kilometer (km), seksi II Cigombong-Cibadak 12 km, seksi III Cibadak-Sukabumi Barat 14 km, dan seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur 13 km.

Menurut Syafril, sebanyak 70-80% sumber pendanaan seksi satu berasal dari pinjaman perbankan. Seksi Ciawi-Cigombong diperkirakan menelan dana hingga Rp 2,1 triliun. Selain proyek tersebut, perseroan juga terus melanjutkan ruas jalan tol Pejagan-Pemalang yang proses konstruksinya dilakukan oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT).“Sejauh ini laporan dari Waskita perkembangan ruas Pejagan-Pemalang cukup baik. Pada Lebaran 2015, satu arah ruas ini bisa dioperasikan walaupun belum sempura. Setidaknya ruas ini bisa mengurangi trafik yang padat di jalur Pantura,” ujar dia.

Saat ini, lanjut Syafril, perseroan akan mengandalkan kas internal sebagai sumber dana Pejagan-Pemalang. Strategi ini dilakukan sembari menunggu kucuran dari pinjaman bank. Sebelumnya, PT MNC Investama Tbk (BHIT), perusahaan investasi milik Grup MNC, memperkirakan biaya konstruksi jalan tol tersebut mencapai Rp 1,4 triliun. “Tahun depan, kami harap bisa menggarap kelanjutan dari Pejagan-Pemalang,” ujar Syafril.

Tol Pejagan-Pemalang adalah salah satu dari sejumlah aset yang diakuisisi MNC Investama dari PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), unit usaha Grup Bakrie. Selain Tol Pejagan-Pemalang, MNC Investama juga mengambil alih ruas Kanci-Pejagan, Ciawi-Sukabumi, Pasuruan-Probolinggo, dan Batang- Semarang. Selain tol, MNC juga mengakuisisi perusahaan properti milik Bakrieland, yaitu PT Lido Nirwana Parahyangan. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemprov DKI Siapkan MRT Tahap II

      NERACA   Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tahap…

Permudah Transaksi di Pasar Modal - Menakar Risiko Beli Saham Pakai Kartu Kredit

NERACA Jakarta – Meskipun wacana agar transaksi saham di pasar modal bisa menggunakan kartu kredit masih dalam kajian dan belum…

Defisit APBN Hingga Februari Rp54,6 Triliun

  NERACA   Jakarta - Realisasi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2019 mencapai Rp54,6 triliun atau 0,34…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar Ritel Modern - CSAP Resmikan Mitra10 Ke-30 di Cirebon

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun ini, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) sukses membuka gerai bari Mitra10 ke-30…

PSAB Bukukan Laba Bersih US$ 15,29 Juta

Emiten pertambangan emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2018 sebesar US$15,29 juta atau naik…

Saham IPO Wahana Interfood Oversubscribed

NERACA Jakarta - Debut perdana di pasar modal, saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) dibuka naik 69,7% ke level…