Total Emisi Obligasi Capai Rp 42,33 Triliun

Senin, 15/12/2014

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi maupun sukuk yang diterbitkan sepanjang tahun ini menembus Rp42,33 triliun, yang disumbang dari 43 emisi dari 32 emiten. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, total nilai penerbitan obligasi tersebut bertambah dengan dicatatkannya Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 oeh PT Indosat Tbk (ISAT). Obligasi dengan nilai emisi sebesar Rp2,31 triliun tersebut terdiri atas empat seri, yakni Seri A senilai Rp950 miliar dengan jangka waktu 3 tahun, Seri B senilai Rp750 miliar dengan jangka waktu 5 tahun, Seri C senilai Rp250 miliar dengan jangka waktu 7 tahun, dan Seri D senilai Rp360 miliar dengan jangka waktu selama 10 tahun.

Sementara Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 yang dicatatkan sebesar Rp190 miliar, terdiri atas tiga seri, yakni Seri A senilai Rp64 miliar dengan jangka waktu 5 tahun, dan Seri C senilai Rp110 miliar dengan jangka waktu 7 tahun.

Obligasi dan Sukuk Indosat tersebut telah mendapat peringkat idAAA dan idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Begitu juga dengan PT Fitch Ratings Indonesia yang mengganjar peringkat AAA(idn) untuk peringkat tersebut. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sementara sebelumnya telah dicatatkan Obligasi Berkelanjutan I WOM Finance Tahap II Tahun 2014, yang diterbitkan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF). Obligasi senilai Rp800 miliar tersebut terdiri atas dua seri, yakni Seri A senilai Rp300 miliar dengan jangka waktu 370 hari, dan Seri B senilai Rp500 miliar dengan jangka waktu tiga tahun.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi maupun sukuk yang tercatat di BEI hingga saat ini sebanyak 257 emisi dari 104 emiten, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp223,26 triliun dan US$ 100 juta. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mencapai 91 seri sebesar Rp1.219,37 triliun dan US$ 540 juta serta enam Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp3,15 triliun. (bani)