Total Emisi Obligasi Capai Rp 42,33 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi maupun sukuk yang diterbitkan sepanjang tahun ini menembus Rp42,33 triliun, yang disumbang dari 43 emisi dari 32 emiten. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, total nilai penerbitan obligasi tersebut bertambah dengan dicatatkannya Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 oeh PT Indosat Tbk (ISAT). Obligasi dengan nilai emisi sebesar Rp2,31 triliun tersebut terdiri atas empat seri, yakni Seri A senilai Rp950 miliar dengan jangka waktu 3 tahun, Seri B senilai Rp750 miliar dengan jangka waktu 5 tahun, Seri C senilai Rp250 miliar dengan jangka waktu 7 tahun, dan Seri D senilai Rp360 miliar dengan jangka waktu selama 10 tahun.

Sementara Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun 2014 yang dicatatkan sebesar Rp190 miliar, terdiri atas tiga seri, yakni Seri A senilai Rp64 miliar dengan jangka waktu 5 tahun, dan Seri C senilai Rp110 miliar dengan jangka waktu 7 tahun.

Obligasi dan Sukuk Indosat tersebut telah mendapat peringkat idAAA dan idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Begitu juga dengan PT Fitch Ratings Indonesia yang mengganjar peringkat AAA(idn) untuk peringkat tersebut. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sementara sebelumnya telah dicatatkan Obligasi Berkelanjutan I WOM Finance Tahap II Tahun 2014, yang diterbitkan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF). Obligasi senilai Rp800 miliar tersebut terdiri atas dua seri, yakni Seri A senilai Rp300 miliar dengan jangka waktu 370 hari, dan Seri B senilai Rp500 miliar dengan jangka waktu tiga tahun.

Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi maupun sukuk yang tercatat di BEI hingga saat ini sebanyak 257 emisi dari 104 emiten, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp223,26 triliun dan US$ 100 juta. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mencapai 91 seri sebesar Rp1.219,37 triliun dan US$ 540 juta serta enam Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp3,15 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

Dana Kelola Pinnacle Investment Rp 2,3 Triliun

Per September 2017, Pinnacle Investment diperkirakan telah meraup dana kelolaan reksadana mencapai Rp 2,3 triliun. Dana kelolaan perusahaan manajer investasi…

MLJ Tawarkan Kupon Bunga Hingga 9% - Rilis Project Bond Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Dana pengembangan bisnis dan termasuk pelunasan investasi kredit, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui anak perusahaan,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…