Dirut Bank Mandiri Apresiasi Meneg BUMN

NERACA

Jakarta - Kehadiran Rini Soemarno sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat diapresiasi Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunadi Sadikin. Kini, Budi harus mengikuti ritme kerja sang atasan yang bergerak sangat cepat guna memajukan dan membenahi perusahaan pelat merah. Budi mengakui pertama kali dipimpin seorang Menteri BUMN wanita. "Untuk pertama kalinya bos saya perempuan, Rini Soemarno. Sayang beliau nggak bisa hadir di acara ini," katanya di Jakarta, kemarin.

Budi menuturkan, kebiasaannya bekerja cepat ternyata seiring seirama dengan sang atasan. Dia pun menceritakan kali pertama bertemu dengan Rini Soemarno saat di Istana Presiden beberapa waktu lalu,”Ada yang bilang sama saya, kalau mau kerja cepat, perhatikan cara bos mu bekerja. Dan ternyata saat saya pertama kali bertemu bu Rini di Istana Presiden, beliau sangat cepat, jalan saja cepat sekali," ucap dia diikuti tepuk tangan riuh dari peserta.

Sementara di industri perbankan, lanjutnya, peran laki-laki sangat mendominasi dibandingkan perempuan. Dan itu terjadi di sebagian besar bank seluruh dunia. Namun Budi berbangga hati karena menempatkan dua perempuan dalam jajaran direksi di Bank Mandiri."Di Board Management kami, ada Bu Siska seorang nenek dengan rambut warna warni serta Bu Riyani menggunakan hijab. Sangat berbeda sekali gaya mereka berdua," tambahnya.

Menurut dia, ada sekira enam sampai tujuh Senior Vice President wanita di Bank Mandiri. Para perempuan ini, sambung Budi, mengajarkan banyak hal tentang bersikap dengan bawahan."Laki-laki biasanya ingin cepat-cepat mengambil keputusan, menyuruh pun dengan nada keras. Mereka bilang, jangan terlalu kerjas, cepat dan tegas ngomongnya. Orang bisa menangis jika diperlakukan begitu," terangnya.

Kaum hawa, diakui Budi dapat menjadi penyeimbang dirinya dalam mengelola perusahaan besar sekelas Bank Mandiri. Sementara kalangan pengamat kebijakan publik menilai kebijakan dan kamampuan managerial Menteri BUMN Rini Soemarno dalam mempimpin kementriannya tidak bisa diragukan karena mempunyai pengalaman yang cukup,“Beliau secara managerial kan sangat bagus karena pernah menjadi menteri dan pernah menjadi profesioal di swasta,” kata pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo.

Agus mengaku untuk menilai secara keseluruhan kebijakan yang dikeluarkan oleh Rini Soemarno tidak bisa dari sebelah sisi belaka melaikan secara keseluruah dan membutuhkan waktu paling cepat satu tahun. (bani)

BERITA TERKAIT

Dirut BEI Berharap Suku Bunga Tetap - Dinilai BI Melewatkan Timing

NERACA Jakarta – Buntut terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menyusul sentimen global The Fed Rate, memberikan sentimen negatif…

Bank Berdampak Sistemik

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah mengumumkan ada 15 bank berpotensi berdampak sistemik pada tahun ini, jumlah itu bertambah dibandingkan periode…

BI Minta Bank Besar Seimbangkan Likudiitas

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta bank-bank bermodal besar untuk lebih memperhatikan arus dan keseimbangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

GMF Bukukan Laba Bersih US$ 7,4 Juta

Pada kuartal pertama 2018, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan operasional senilai US$115,9 juta. Perolehan tersebut…

Investor di Bali Targetkan Tumbuh Merata

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar menyasar pertumbuhan merata jumlah investor saham di Bali untuk mendorong tingkat literasi dan inklusi…

Sepekan Nilai Kapitalisasi Pasar Turun 2,68%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan kemarin mengalami koreksi 2,91% menjadi 5.783,31 poin dari 5.956,83 poin…