Awal Pekan, IHSG Berpeluang Menguat

Senin, 15/12/2014

NERACA

Jakarta – Akhir pekan kemarin, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu balik arah ditengah tekanan aksi jual. IHSG akhirnya ditutup naik tipis 7,738 poin (0,15%) ke level 5.160,433. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 1,535 poin (0,17%) ke level 888.1,535,”Sebagian pelaku pasar masih melakukan aksi beli sehingga indeks BEI berada di area penguatan, meski minim sentimen positif baik dari dalam negeri maupun eksternal,”kata Analis PT Quant Kapital Investama, Kiswoyo Adi Joe di Jakarta, kemarin.

Dari dalam negeri, dia mengemukakan bahwa sentimennya cukup negatif menyusul pergerakan mata uang rupiah yang tertekan cukup dalam pada akhir pekan, sementara dari eksternal yakni ekonomi Tiongkok yang melambat.

Dirinya memprediksi bahwa hingga akhir tahun ini, pergerakan indeks BEI hanya akan bergerak di kisaran yang terbatas di level 5.100-5.200 poin. Hal itu dikarenakan sebagian pelaku pasar saham sudah mulai menahan transaksinya menjelang libur panjang akhir tahun,”Diperkirakan IHSG BEI akan dijaga di level 5.100-5.200 poin hingga akhir tahun," katanya.

Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko menyarankan bahwa pelaku pasar saham agar tetap waspada terhadap aksi mendadak jual di tengah minimnya sentimen positif yang beredar saat ini,”Melemahnya harga minyak dunia harus tetap dicermati karena berkorelasi dengan ekonomi global,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan, diproyeksikan masih akan bergerak menguat. Pada perdagangan kemarin, banyak investor memilih lakukan aksi tunggu meski ada sentimen positif dari pasar global dan regional. Dana asing masuk lantai bursa tapi dengan nilai yang tipis.

Transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 236.126 kali dengan volume 8,34 miliar lembar saham senilai Rp 4,828 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 140 turun, dan 93 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan dengan menguat, kecuali pasar saham Hong Kong. Menguatnya Wall Street jadi sentimen positif di tengah turunnya harga minyak dunia. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Siloam (SILO) naik Rp 600 ke Rp 14.600, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 400 ke Rp 10.600, Asahimas (AMFG) naik Rp 375 ke Rp 7.900, dan Apexindo (APEX) naik Rp 350 ke Rp 3.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 700 ke Rp 4.400, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 12.950, MNC Sky (MSKY) turun Rp 345 ke Rp 1.445, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 325 ke Rp 23.675.

Perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup menguat 3,452 poin (0,07%) ke level 5.156,147. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 1,324 poin (0,15%) ke level 887,809. Indeks bergerak dalam rentang yang tipis. Posisi tertingginya hanya di level 5.165. Pelaku pasar berburu saham-saham lapis dua.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.612 kali dengan volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 5,209 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 259 turun, dan 68 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 400 ke Rp 10.600, Siloam (SILO) naik Rp 350 ke Rp 14.350, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 275 ke Rp 11.775, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 225 ke Rp 7.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 945 ke Rp 4.155, Apexindo (APEX) turun Rp 500 ke Rp 2.250, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 67.600, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 12.950.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis sebesar 1,53 poin atau 0,03% menjadi 5.151,16. Sementara itu, indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah sebesar 0,38 poin (0,04%) ke level 886,09.

Head of Research Valbury Asia Secuirites Alfiansyah mengatakan bahwa masih adanya kekhawatiran pasar terhadap penurunan harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan hingga menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir membuat laju indeks BEI tertahan,”Pelemahan minyak dunia memicu kekhawatiran terhadap kinerja dari sektor energi, termasuk dampak bagi sektor pertambangan lainnya seperti batubara dan logam," kata Alfiansyah.

Di sisi lain ,lanjut dia, aktifitas pasar mengalami penurunan seiring dengan investor yang sebagian telah mulai mengurangi kegiatan menjelang libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Namun di sisi lain, lanjut dia, kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,75% itu menandakan infasi akan tetap terkendali sesuai dengan proyeksi, keputusan itu dapat menjadi sinyalemen positif bagi pasar.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 74,51 poin (0,32%) ke 23.387,05, indeks Nikkei turun 216,11 poin (1,28%) ke 17.477,51, dan Straits Times menguat 12,08 poin (0,36%) ke posisi 3.331,33. (bani)