Mayoritas Transaksi Belanja Masih Tunai

NERACA

Bukittinggi - Kepala Grup Perbankan Elektronik Direktorat Transaksi Perbankan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Budi Hartono mengungkapkan, sekitar 85% volume belanja oleh masyarakat Indonesia masih dilakukan dengan transaksi pembayaran secara tunai.

"Volume balanja/konsumsi masyarakat Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN tapi 85% transaksi pembayarannya masih secara tunai. Artinya, sebagian besar masih di luar sistem perbankan," kata dia di Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (12/12) pekan lalu.

Dia pun merinci 15 cara pembayaran lainnya dilakukan menggunakan kartu (delapan persen) dan dengan cara lain-lain tujuh persen.

Menurut Budi, pembayaran atau transaksi atas belanja secara tunai cenderung mahal dan risikonya lebih besar.

"Ada korelasi positif antara negara-negara yang tingkat pembayaran atas transaksinya secara tunai tinggi dengan tingkat korupsi dan 'shadow economy' atau pasar gelap," kata Budi.

Budi membandingkan dengan negara tetangga yang penggunaan pembayaran secara tunai yang sudah berkurang. Misalnya Malaysia porsi penggunaan cara tunai mencapai 42 persen, menggunakan kartu 22 persen dan cara lain 35 persen.

"Sementara di Singapura pembayaran secara tunai mencapai 38 persen, kartu 51 persen dan lainnya 11 persen," katanya.

Mengenai volume belanja, Budi mengatakan pada tahun 2011 volume belanja konsumen di Indonesia mencapai sekitar 431 miliar dolar AS, tahun 2012 sebesar 454 miliar dolar AS, tahun 2013 sebesar 481 miliar dolar AS dan tahun 2014 diperkirakan 500 miliar dolar AS.

Sementara di Malaysia tahun 2011 sebesar 133 miliar dolar AS, tahun 2012 sebesar 140 miliar dolar AS, tahun 2013 sebesar 147 miliar dolar AS dan 2014 diperkirakan sekitar 154 miliar dolar AS.

Sementara di Singapura tahun 2011 sebesar 82 miliar dolar AS, tahun 2012 sebesar 83 miliar dolar AS, tahun 2013 sebesar 84 miliar dolar AS dan tahun 2014 diperkirakan 86 miliar dolar AS.

Ia menyebutkan dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 250 juta jiwa maka volume belanja masyarakat di Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN.

Budi menyebutkan ke depan, elektronik banking termasuk pengembangan uang elektronik akan menjadi salah satu lokomotif perkembangan perkembangan.

Ia menjelaskan uang elektronik terdiri dari uang elektronik dalam bentuk kartu dan dalam bentuk kerja sama dengan operator telekomunikasi (dalam sim card).

Budi juga menyebutkan saat ini jumlah pemegang kartu kredit bank BUMN itu sebanyak 3,6 juta nasabah sementara pengguna kartu prabayar sebanyak 4,4 juta pengguna. [rin]

BERITA TERKAIT

BEI Luncurkan Tiga Indeks Saham Baru - Dongkrak Transaksi Saham

NERACA Jakarta – Pacu daya saing industri pasar modal dan juga meningkatkan transaksi saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan…

BEI Nilai Pasar Modal Masih Kondusif - Fundamental Ekonomi Tumbuh

NERACA Jakarta – Dibalik kekhawatiran pelaku pasar modal pasca teror bom yang terjadi di Surabaya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

Transaksi Saham di Padang Rp 777,5 Miliar

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang, Sumatera Barat mencatat total aset saham warga asal provinsi itu…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bappenas : Asian Games 2018 Harus Bebas dari Teror

      NERACA   Jakarta - Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus - 2 September…

Konsumsi Premium Di Jawa Madura dan Bali Turun 50%

    NERACA   Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa konsumsi bahan bakar minyak (BBM)…

BPK Jadi Auditor Anti Korupsi Internasional

    NERACA   Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali menerima mandat sebagai auditor Akademi Anti Korupsi International…