PNM Gelar Capacity Building Nasabah ULaMM - Solo, Jawa Tengah

NERACA

Solo - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus meningkatkan kompetensi pelaku usaha mikro kecil (UMK) dengan berbasis kearifan lokal. Ini disebabkan pertumbuhan sektor UMK sangat terkait dengan pengembangan potensi sumber daya lokal. Atas dasar itu PNM melalui cabang Solo mengadakan capacity building bagi calon nasabah dan nasabah binaan dari LKM setempat. Pemimpin PNM Cabang Solo, Haryono mengatakan tingginya penyaluran pembiayaan ULaMM di wilayah Solo selaras dengan pertumbuhan positif ekonomi lokal. Melalui acara seperti ini pula diharapkan dapat menjaring nasabah baru bagi ULaMM. Materi-materi yang akan diberikan kepada peserta pun bermacam-macam mulai dari pengelolaan keuangan sederhana, teknik-teknik pemasaran, hingga motivasi langsung.

“PNM menginginkan nasbah binaan LKM setempat ini menjadi pengusaha-pengusaha besar dan itu harus dimulai dari sekarang. Diawali dengan mimpi-mimpi kecil dan jangan merasa kecil hati menjadi pengusaha UMKM. Sector usaha ini telah terbukti mampu bertahan ketika krisis tahun 1998 melanda Indonesia,” kata Haryono, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/12), pekan lalu.

Menurut dia, pencapaian positif pembiayaan ULaMM berkat kerja keras seluruh elemen perusahaan dalam menyalurkan pembiayaan, serta melakukan pembinaan usaha dan menjaga hubungan baik dengan nasabah serta calon nasabah.“Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 150 nasabah LKM dan koperasi yang menjalin mitra dengan PNM sekitar wilayah Solo, secara garis besar akan berisi peningkatan usaha secara soft skill dan hard skill.

"Dari sisi soft skill peserta akan diberikan tausiyah serta motivasi untuk menjadi pengusaha sukses dunia dan akhirat. Do'a dan usaha harus dibangun bersama-sama. Sementara untuk hard skill yang akan diberikan kepada peserta akan diisi oleh pendampingan materi yang akan diberikan selama dua hari pelaksanaan acara ini. Dana sebesar Rp2 miliar telah kami siapkan untuk bersinergi dengan LKM dan koperasi setempat. Dana tersebut memang dikhusukan melalui program kemitraan dengan lembaga yang menaruh perhatian khusus pada pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi," jelas Haryono.

Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi mengatakan, aktivitas pembiayaan dan pembinaan bagi pelaku UMKM merupakan amanat yang diberikan pemerintah kepada PNM sejak didirikan pada 1 Juni 1999. Apabila awalnya PNM hanya menyalurkan pembiayaan kepada lembaga keuangan mikro seperti bank umum, BPR/Syariah, dan koperasi, maka sejak 2008 PNM menyalurkan langsung pembiayaan kepada UMKM sejalan dengan transformasi bisnis perseroan.

“Indonesia masih menyimpan banyak sekali sumber daya yang hingga kini belum termanfaatkan secara optimal. Dibutuhkan sinergi antar lembaga untuk mendukung tumbuhnya lapisan usaha mikro dan kecil yang kuat di Indonesia,” jelas dia.

Arief berharap aktivitas pembiayaan dan pembinaan oleh PNM dapat membuat pelaku UMKM di Kota Solo dan sekitarnya bisa lebih maju dan berkembang, sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengembangkan ekonomi lokal.

“Selama pelaksanaan capacity building nasabah LKM dan koperasi Solo akan mendapatkan teknik-teknik pengembangan UMKM hingga pencegahan dan penanganan pembiayaan bermasalah. Hanya dengan cara ini kita bisa mengangkat harkat dan martabat perekonomian nasional menjadi ekonomi yang tangguh berbasis UMKM, sehingga makin tangguh dan mandiri,” ujar dia. [mohar]

BERITA TERKAIT

Bank DKI Luncurkan Program Kebun Hidroponik di Rusunawa KS Tubun dan Jatirawasari

    NERACA   Jakarta – Tingkatkan pemberdayaan masyarakat DKI Jakarta, Bank DKI luncurkan program kebun hidroponik di Rusun KS…

Uang Elektronik Tol akan Terhubung ke Debit dan Kredit

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sedang menyiapkan teknologi untuk pembayaran tol tanpa henti (Multi…

Survei BI Indikasikan Pertumbuhan Kredit Baru Melambat

      NERACA   Jakarta - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…