Intiland Didapuk Jadi Perusahaan Publik Terbaik

Senin, 15/12/2014

NERACA

Jakarta - PT Intiland Development Tbk meraih penghargaan bergengsi sebagai salah satu dari 50 perusahaan publik terbaik di Indonesia. Penghargaan ini diperoleh perseroan di ajang Forbes Best of The Best 2014 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/12) lalu.

Archied Noto Pradono, selaku Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, mengatakan penghargaan ini merupakan wujud apresiasi atas keberhasilan perusahaan menjaga pertumbuhan kinerja usaha. Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi segenap perusahaan untuk menghasilkan karya dan kinerja yang lebih baik lagi tahun depan.

“Kami berhasil mengeksekusi sejumlah strategi kunci dalam rangka menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus apresiasi dari upaya kami meningkatkan nilai perusahaan,” kata Archied, pekan lalu.

Best of The Best Award adalah ajang penghargaan bagi 50 perusahaan publik yang memiliki kinerja keuangan dan kinerja harga saham terbaik di Indonesia. Ajang penghargaan yang diselenggarakan majalah Forbes Indonesia ini memberikan penilaian terhadap kinerja keuangan, seperti tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) selama lima tahun terakhir, pertumbuhan penjualan, dan laba per saham dalam tiga tahun terakhir.

Intiland sepanjang lima tahun terakhir berhasil mempertahankan tren pertumbuhan usaha dan penjualan. Pendapatan usaha Intiland tercatat dalam lima tahun terakhir memiliki laju pertumbuhan rata-rata majemuk (CAGR) sebesar 31% dan CAGR marketing sales sebesar 50%.

Hingga akhir September 2014, perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,3 triliun atau meningkat 24,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba bersih tercatat mencapai Rp300 miliar atau melonjak 43,8%.

Pendapatan dari pengembangan (development income) masih mendominasi kontribusi pendapatan sebesar Rp1,18 triliun atau 90,5% dari total pendapatan. Pendapatan bekelanjutan (recurring income) tercatat sebesar Rp123,8 miliar atau 9,5%.

“Tahun 2015, kami ingin meningkatkan pendapatan berkelanjutan dengan penyelesaian proyek perkantoran. Kami akan mengembangkan beberapa proyek superblok dan mixed-use terbaru,” tambah Archied.

Dia menambahkan, South Quarter, pengembangan kawasan perkantoran terpadu di koridor Simatupang, Jakarta Selatan diperkirakan rampung pada triwulan II 2015. Proyek lain yang diproyeksikan dapat mendorong pendapatan berkelanjutan dari penyewaan ruang kantor adalah Praxis dan Spazio Tower di Surabaya, Jawa Timur. [ardi]