Paramount Land Ground Breaking Omaha Village & Montana Village di Gading Serpong

NERACA

Tangerang – Sebagai wujud komitmen kepada konsumennya, PT Paramount Land, Sabtu (13/12), menyelenggarakan acara ground breaking atau peletakan batu pertama dua buah klaster atau village di Gading Serpong, yaitu Omaha Village dan Montana Village. Acara ini dihadiri oleh para konsumen yang telah membeli Omaha Village dan Montana Village, agen pemasaran, kontraktor dan segenap jajaran manajemen Paramount Land.

Aryo Tri Ananto, Direktur Teknik Paramount Land menjelaskan Omaha Village dan Montana Village merupakan produk-produk unggulan Paramount Land yang telah diluncurkan pada bulan April hingga Juni 2014 lalu. Omaha Village yang diluncurkan dalam dua tahap dengan total 300 unit ini mengusung arsitektur bergaya Amerika dan konsep rumah sehat dengan bangunan “Detached” dimana setiap unit rumahdibangun secara terpisah dan tidak menempel satu dengan yang lain. “Dengan konsep detached membuat rumah lebih mewah, besar, dan lebih privasi. Dan minat konsumen terhadap produk ini sangat tinggi,” ujarnya.

Omaha Villlage dibangun di atas lahan seluas 5 hektar, yang terdiri atas LT (luas tanah) 60-96 m2 dan luas bangunan bervariasi antara 80-120 m2. Omaha Village dipasarkan dengan harga antaraRp 1,15 - Rp 1,86 miliar per unit.

Sedangkan Montana Village yang juga dibangun“Detached”didesain dengan tampilan, fungsi dan nuansa rumah besar dan mewah seharga rumah kecil. Klaster ini dibangun di atas lahan 2,5 hektar, dimana unit rumahnya terdiri dari 3 lantai dengan luas tanah 60 m2 – 96 m2 dan luas bangunan antara 80 m2 – 120 m2. Sebanyak 140 unit Montana Village ditawarkan dalam 3 (tiga) tipe yaitu lebar 8, 10 dan 12 meter dengan hargaRp 1,18 – 1,92 miliar per unit.

Menurut Aryo, kedua klaster yang diluncurkan pada kuartal I 2014 lalu tersebut, sudah habis terjual dan mencapai penjualan Rp700 miliar. Dan kedua klaster ini rencananya bakal diserahterimakan masing-masing pada Maret dan April 2016.

Omaha village dan Montana village merupakan right products Paramount Land yang memberikan solusi bagi kebutuhan konsumen, sehingga diterima sangat baik oleh pasar. Keduanya memiliki berbagai keunggulan selain dibangun secara detached, juga memiliki cross ventilation dan pencahayaan optimal, kamar tidur ekstra luas, personalized dan exclusive dengan beberapa pilihan warna. Kedua village juga memiliki fasilitas lengkap seperti area hijau “green spine”, kolam renang, tempat bermain anak dan keamanan 24 jam + cctv.

Lucas Maringka, Associate Director yang membawahi Divisi Delivery Services, Customer Care dan Estate Management Paramount Land, menjelaskan beberapa waktu lalu Paramount Land telah melakukan handover celebration untuk sejumlah unit dari lima (5) produk yaitu Bohemia, Alicante, Menaggio, Michelia dan ruko Neo Arcade. Handover celebration ini merupakan yang perdana dilakukan sejak terbentuknya Delivery Services Division Paramount Land.

Sementara itu, Presiden Direktur Paramount Land, Ervan Adi Nugroho mengatakan untuk tahun 2015, perusahaan telah menyiapkan sejumlah ekspansi. Diantaranya dengan pembangunan real estat di Semarang, Jawa Tengah, unit landed house dan high rest di Gading Serpong, kawasan komersial di Pekanbaru, dan resor di Jimbaran, Bali. Untuk itu, perusahaan telah menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar Rp1,5 triliun.

“Tapi fokus utama kami masih di rumah tapak (landed house), karena permintaannya masih tinggi dan demand-nya semakin banyak,” ujar Ervan, apalagi belum lama ini, data Badan Pusat Statistik menyebut adanya back log perumahan sebanyak 15 juta unit. Sedangkan, suplai untuk residensial masih terbilang sedikit.

Dengan aksi ekspansi tahun depan, Ervan menyebutkan Paramount Land akan semakin mengukuhkan diri sebagai pengembang terdepan di kawasan Gading Serpong, Tangerang.

BERITA TERKAIT

Lagi, GNA Group Luncurkan Golden Park3 Serpong - Minat Pasar Cukup Tinggi

NERACA Serpong- Menyusul kesuksesan pengembangan beberapa kawasan hunian di wilayah Jabodetabek, pengembang GNA Group melalui anak usahanya PT Graha Nuansa…

MNC Land Menelan Pil Pahit Lesunya Properti - Laba Bersih Susut 85,87%

NERACA Jakarta – Lesunya bisnis properti di tahun 2017, juga dirasakan dampaknya bagi PT MNC Land Tbk (KPIG). Dimana perseroan…

Saham Pikko Land Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini sedang mengawasi perkembangan harga dan aktivitas transaksi saham PT Pikko…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Kemenperin Terus Pacu Industri Fesyen Muslim Nasional Jadi Kiblat Dunia

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih mengatakan industri busana muslim terus merangkak naik seiring…

Kemenperin: Batam Berpotensi Jadi Pusat Klaster Industri Elektronik

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mendorong Batam menjadi pusat pengembangan klaster industri elektronik yang bernilai tambah tinggi. Upaya ini untuk…

Tingkatkan Ekspor - Difasilitasi, 8 IKM Fesyen Ikut Pameran di Jepang

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya memperkenalkan keindahan budaya Indonesia di kancah internasional melalui pameran produk industri kecil dan…