Sektor Pariwisata Bisa Tekan CAD

NERACA

Jakarta - Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan sektor pariwisata Indonesia masih berpotensi untuk ditingkatkan agar dapat memberikan kontribusi dalam menekan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit / CAD)

"Potensi sektor pariwisata Indonesia besar, padahal ini bisa membantu mengatasi masalah 'current account deficit'," katanya di Jakarta, Kamis (11/12).

Ndiame mengatakan sektor pariwisata bisa memberikan sumbangan devisa yang lumayan dalam neraca jasa, sehingga neraca transaksi berjalan tidak lagi tergantung dengan portfolio dari investor asing yang rentan terhadap "sudden reversal" maupun impor migas.

Indonesia saat ini, kata dia, baru menerima kunjungan wisatawan asing sebesar 8,8 juta orang per tahun dengan menyumbang devisa sebesar 9,3 juta dolar AS, jumlah ini relatif rendah dibandingkan penerimaan negara lain dari sektor pariwisata.

Padahal, jumlah kunjungan wisatawan ke Malaysia mencapai 25,7 juta orang per tahun dengan pemasukan 21 juta dolar AS, bahkan kunjungan turis ke Thailand mencapai 26,5 juta orang per tahun dengan sumbangan devisa 42 juta dolar AS.

"Jumlah tersebut memperlihatkan potensi sektor pariwisata Indonesia bisa mencapai satu persen terhadap PDB, sehingga seharusnya tidak perlu khawatir apabila terjadi 'tapering off' atau gejolak ekonomi lainnya," kata Ndiame.

Namun, ia mengakui membenahi sektor pariwisata Indonesia tidaklah mudah, karena masih ada berbagai hambatan yang harus dilakukan perbaikan agar jumlah kedatangan turis asing bertambah, salah satunya masalah keterbatasan infrastruktur.

"Indonesia harus gencar melakukan promosi serta memperbaiki infrastruktur seperti airport. Ini tidak bisa dilakukan cepat, dan membutuhkan waktu, namun pada akhirnya Indonesia bisa memetik keuntungan dari pariwisata," ujarnya.

Untuk saat ini, menurut Ndiame, salah satu fokus Indonesia agar pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan stabilitas neraca transaksi berjalan terjaga adalah memperbaiki kinerja ekspor dari sektor manufaktur serta mendorong investasi langsung (foreign direct investment).

Badan Pusat Statistik mencatat secara kumulatif Januari-Oktober 2014, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,76 juta kunjungan atau naik 8,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar 7,13 juta kunjungan.

Sementara, Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada keseluruhan tahun 2014 mencapai 9,5 juta orang atau melebihi kunjungan turis asing pada 2013 yang tercatat mencapai 8,8 juta orang. [ardi]

BERITA TERKAIT

Langkah Lampung Memulihkan Pariwisata Pasca Tsunami

Bencana tsunami Selat Sunda akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (22/12), tak hanya mengakibatkan korban luka-luka maupun jiwa, namun…

Bisa Kenakan Tarif Bagasi Setelah Sosialisasi

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan pihak Lion Air dan Wings Air bisa mengenakan tarif bagasi setelah sosialisasi yang…

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Tekan Kecelakaan Kerja

NERACA Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan memperbaiki regulasi untuk memastikan tingkat kepatuhan perusahaan dalam rangka untuk menekan angka…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…