Yoghurt Lancarkan Program Diet

NERACA- Bera badan Anda bertambah setelah merayakan hari Idul Fitri? Mungkin saja itu dikarenakan Anda banyak memakan kudapan yang banyak mengandung lemak. Dan tak ayal, langkah selanjutnya yang ditempuh untuk mengembalikan berat badan seperti sedia kala adalah dengan melakukan diet.

Anda tak perlu khawatir, untuk menyeimbangkan program diet anda dapat mengkonsumsi minuman yang satu ini. Karena selain memiliki cita rasa yang tinggi dengan kaya nutrisi, ternyata yoghurt juga ampuh melancarkan program diet, yakni dengan mempercepat pembakaran lemak di dalam tubuh.

Berikut alasan mengapa minuman fermentasi ini baik untuk dikonsumsi:

Minuman andalan perempuan

Yoghurt merupakan minuman yang terbuat dari susu sapi, susu kambing, susu kerbau bahkan susu kedelai. Susu tersebut kemudian difermentasikan dengan bakteri. Caranya adalah dengan memasukkan sejenis bakteri ke dalam susu pada temperature tertenu. Bakteri tersebut merombak gula susu alami dan meninggalkan jejak rasa masam pada produk akhir yoghurt.

Karena terbuat dari susu, tentunya yoghurt mengandung berbagai zat nutrisi yang dibuuhkan oleh tubuh, seperti protein, vitamin B, kalsium dan juga lemak. Sementara perempuan rentan sekali terserang osteoporosis setelah mengalami masa menopause. Untuk itu, ada baiknya anda mulai menabung kalsium dengan cara minum yoghurt sejak sekarang. Selain itu, mengkonsumsi yoghurt juga baik untuk memperkuat gigi serta meredakan gejala nyeri ketika haid.

Kandungan probiotik yang ada di dalam yoghurt ampuh untuk mencegah konstipasi dan infeksi saluran kemih yang banyak diderita oleh kaum perempuan.

Sebagai pelancar program diet

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University Of Tennessee, Amerika, menyantap yoghurt mampu mempercepat proses pembakaran lemak. Pasalnya, kandungan kalsium yang tinggi, yang terdapat dalam yoghurt mampu merangsang produksi enzim yang berperan memecah lemak di dalam tubuh. Pengkonsumsi yoghurt juga mampu melenyapkan 81 persen lebih banyak lemak yang berada di area perut dibandingkan orang yang tidak mengkonsumsi yoghurt. Selain lebih cepat menurunkan berat badan, dengan mengkonsumsi yoghurt, kerja tubuh anda juga bias dua kali lebih efektif dalam memelihara massa otot. Karena yang perlu disingkirkan saat diet adalah lemak, bukan otot.

Sebagai Penangkal Kanker

Yoghurt mampu memperbaiki kerja system iminitas tubuh dan memperbaiki kesehatan secara keseluruhan. Bagi anda yang minum antibiotika juga disarankan menyantap yoghurt secara teratur. Karena, antibiotika ikut memusnahkan bankteri baik di dalam saluran pencernaan, bersama dengan bakteri jahat. Padahal bakteri baik yang terdapat di dalam saluran pencernaan ampuh menyingkirkan zat-zat pemicu kanker, sehingga bisa melindungi anda dari penyakit kanker usus besar. Dengan mengkonsumsi yoghurt secara teratur, dapat menggantikan keberadaan bakteri baik tersebut di dalam tubuh.

Banyak sekali bukan, manfaat yang dapat diperoleh dengan mengkonsumsi yoghurt secara teratur? Sudah langsing, sehat pula.

BERITA TERKAIT

Kenali Beda Moody dan Bipolar

Marshanda tak lagi malu mengakui gangguan bipolar yang diidapnya. Alih-alih membencinya, artis satu ini malah menganggap bipolar sebagai anugerah. Bagi…

Gejala Penyakit Bisa Terlihat dari Kondisi Wajah

Beberapa penyakit memiliki efek luas ke sejumlah organ tubuh, termasuk di antaranya wajah. Dengan demikian, tak heran jika kondisi wajah…

Ini Makanan Pencegah Penyakit Jantung

Penyakit jantung menyumbang hampir sepertiga dari semua penyebab kematian di dunia, ungkap sebuah laporan tahun 2017 dari American Heart Association.…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Musim Hujan, Kenali Ragam Cara Cegah DBD

Memasuki musim hujan, penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai mengintai. Banyak cara untuk mencegah DBD mulai dari menjaga kebersihan hingga…

Cara Mudah Mengecilkan Perut Buncit

Penghujung 2019 semakin dekat. Apakah mengecilkan perut buncit menjadi salah satu resolusi Anda di awal tahun? Urusan 'membakar' lemak perut…

Cara Alami Bersihkan Paru-paru

Bagi mereka yang tinggal di kota besar, polusi udara bisa menjadi 'makanan' sehari-hari. Padahal, polusi bisa berdampak buruk bagi kesehatan,…