ICE Mulai Beroperasi Januari 2015 - Tangerang, Banten

NERACA

Jakarta - Gedung eksebisi dan konvensi yang diklaim terbesar di Asia Tenggara, Indonesia Convention Exhibition (ICE), yang berlokasi di kawasan BSD City, Tangerang, Banten sudah mulai beroperasi pada 29 Januari 2015. Hal ini ditandai adanya gelaran konser penyanyi asal Amerika Serikat, Michael Bubble.Secara resmi, gedung yang berdiri di atas lahan seluas 22 hektar ini, akan dibuka pada Maret 2015.

Direktur Utama Indonesia Convention Exhibition, Danny Budiharto menuturkan, gedung dengan total luas bangunan 200 ribu meter persegi ini siap digunakan untuk pelbagai acara dan pameran. Terlebih, fasilitas konvensi dan ruang pertemuan sebanyak 33 unit dengan kapasitas untuk 10 ribu orang.

“ICE bernilai investasi Rp3,8 triliun yang mulai dibangun tahun 2012. Tingkat pengerjaannya sudah 80% dan memasuki tahap topping off (penutupan atap bangunan). Awal dari tonggak sejarah baru industri pameran Indonesia yang layak diperhitungkan bagi pertumbuhan bisnis," kata Danny di BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (11/12).

Lebih lanjut dirinya memaparkan, berbagai macam fasilitas dan sarana melengkapi 10 exhibition hall dengan luas 50 ribu meter persegi. Ditambah area pameran luar ruang seluas 50 ribu meter persegi. "Fasilitas konvensi dan ruang pertemuan sebanyak 33 unit dengan kapasitas untuk 10 ribu orang. Kita juga menyediakan in house food production, fasilitas parkir berkapasitas maksimal 7 ribu kendaraan serta 300 kamar hotel bintang empat," jelasnya.

Danny pun mengaku optimis dan siap bersaing. Pasalnya, berbekal pengalaman membangun empat gedung konvensi sebelumnya, termasuk Bali. Dia berharap pameran berskala besar bisa hijrah ke Tangerang.

"Daerah ini (Tangerang) sangat menjanjikan (ke depannya). Ditambah akses tol, yaitu Tol Serpong - Balaraja. Kami yakin pameran besar akan pindah ke sini karena luas tempat (space) yang sempit di Jakarta. Saya bandingkan dengan JCC, di mana hanya memiliki lahan tiga hektar,” paparnya.

Menurut Danny, syarat gedung konvensi standard internasional adalah luas bangunan minimal 10 ribu meter persegi. Dengan luas bangunan tersebut setidaknya membutuhkan luas tanah minimal 10 hektar.

Pada kesempatan yang sama, operator ICE asal Hannover, Jerman, Deutsche Messe AG, menilai Indonesia bakal menjadi pusat konvensi dan eksibisi terbesar di Asia Tenggara. Mereka pun mengaku bakal mengoptimalkan potensi untuk mengembangkan industri MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di Indonesia.

"Indonesia adalah salah satu pasar pertumbuhan terkemuka di dunia. Tujuan strategi luar negeri kami adalah memperdalam keahlian sebagai operator fasilitas pameran di luar negeri," imbuh Direktur Utama Deutsche Messe, Mark Schloesser. Sebagai informasi, Deutsche Messe juga merupakan pemegang saham dan operator Shanghai New International Expo Centre (SNIEC) di China. [ardi]

BERITA TERKAIT

Punya 737 Gerai, SiCepat Ekspres Targetkan Kirim 1Juta Paket Perhari

    NERACA   Jakarta – PT SiCepat Ekspres Indonesia telah ingin terus menambah kapasitas gerai yang diakhir tahun 2019…

2020, PLN Fokus Listriki 78.000 Rumah di Papua

      NERACA   Jakarta – Jadi tugas besar bagi PT PLN Direktorat Bisnis Regional Maluku dan Papua untuk…

Kendalikan Impor, Pemerintah Dorong Pemanfaatan PLB E-Commerce

  NERACA   Jakarta - Untuk dapat mengendalikan maraknya peredaran produk-produk impor yang membanjiri Indonesia, pemerintah mendorong pengusaha importir dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Piko Hidro Disiapkan untuk Bantu Terangi Papua

      NERACA   Jakarta - Dibandingkan 32 provinsi lain yang ada di Indonesia, rasio elektrifikasi di Papua dan…

Tarif LRT akan Dibanderol Rp12 ribu

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengemukakan bahwa perkiraan tarif tiket kereta layang ringan…

Program PKH Dinilai Ubah Perilaku Hidup

    NERACA   Jakarta - Program Keluarga Harapan (PKH) berdasarkan survei independen MicroSave Colsulting Indonesia berdampak signifikan mengubah perilaku…