Setiap Orang Berhak Dapat Akses yang Sama Untuk Vaksinasi

NERACA- Pemberian vaksinasi untuk mencegah penyakit yang mematikan, hendaknya dapat diperoleh untuk semua pihak, tanpa terkecuali. Vaksinasi penting untuk dilakukan guna menangkal ancaman virus-virus dan bibit penyakit yang diakibatkan oleh berbagai kuman.

Vaksinasi sendiri merupakan bakteri atau virus yang telah dilemahkan, kemudian dimasukkan ke dalam tubuh seseorang untuk membentuk kekebalan tubuh secara aktif, dengan cara disuntikkan atau dengan oral atau diteteskan.

Setidaknya selama lebih dari dua ratus tahun penggunaannya, pada mulanya vaksin baru yang dikembangkan dan diproduksi oleh produsen vaksin saat ini telah tersedia dan dapat diakses hanya di beberapa negara maju. Setidaknya dibutuhkan sepuluh tahun bahkan lebih, hingga akhirnya tersedia bagi negara-negara kurang berkembang, dan seringkali hanya dapat diakses dari sektor swasta.

Banyaknya tantangan yang terjadi pada pelaksanaan vaksinasi, diantaranya adalah kurangnya data substansial pada beban penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin pada area penelitian terbatas, lambannya gerakan pemerintah dalam pencegahan penyakit tersebut, kurangnya tenaga kerja dan daerah-daerah yang tidak terjangkau, serta minimnya kesehatan.

“ Penyelenggaraan vaksin di Asia masih memerlukan peningkatan di masing-masing Negara untuk menurunkan resiko kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin”, ungkap Prof.DR. Sri Rezeki Syaraswati Hadinegoro, dr., SpAK yang menjadi pembicara pada acara Asian Vaccine Converence yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hal tersebut perlu segera dilakukan mengingat data di lapangan yang menunjukan bahwa di beberapa Negara di Asia masih terdapat berbagai masalah seputar vaksin, dinataranya minimnya data dan fasilitas yang ada serta sumber daya manusia, kurangnya peran pemerintah daerah, mahalnya harga vaksin dan juga sekelumit mitos yang salah tentang efek samping dari vaksin itu sendiri.

Mitos-motos yang berkembang pun kerap kali membuat orang enggan untuk melakukan vaksinasi karena dianggap menimbulkan efek yang tidak baik seperti demam pada anak setelah melakukan vaksinasi. Untuk itu, berikut fakta-fakta tentang vaksinasi, yang sekiranya dapat dijadikan informasi lebih lanjut agar tidak terjebak pada mitos-mitos yang beredar di masyarakat selama ini, fakta-fakta tersebut antara lain:

Imunisasi pada orang dewasa tidak menimbulkan efek gemuk atau memicu jerawat. Namun, bagi penderita keloid atau alergi kulit terhadap suntikan, bisa meminta vaksinasi oral, dan vaksin akan membentuk antibody di dalam tubuh selama dua minggu. Pada sebagian orang, imunisasi memang tidak memebrikan efek samping. Namun, sebagian kecil lainnya bisa. Reaksinya seperti bengkak dan nyeri di bawah kulit tempat suntikan diberikan, demam, lemah, nyeri otot, sakit kepala dan ruam kemerahan di tubuh. Namun, reaksi ini akan hilang dalam 48 jam. Cara lain yang lebih mudah dan murah untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah dengan dengan menerapkan pola hidup sehat, yaitu istirahat cukup, mengkonsumsi makanan bergizi dan olahraga rutin. Sebenarnya setiap orang mempunyai kekebalan tubuh alami yang dia dapatkan sejak lahir. Pola hidup tidak teratur lah yang akan membuat kekebalan tubuh perlahan menurun.

Sebelum melakukan vaksinasi, sebaiknya konsultasi ke dokter lebih dahulu. Jika sedang sakit, vaksinasi sabaiknya ditunda karena antibody tubuh sedang terpakai. Jika vaksinasi tetap dilakukan, ditakutkan antibody tidak akan terbentuk dengan baik dan malah dapat menimbulkan penyakit lain di dalam tubuh.

Related posts