Phapros Catatkan Penjualan Tumbuh 17%

Perusahaan farmasi, PT Phapros Tbk mencatat pertumbuhan penjualan secara year on year (YoY) hingga 17% per November 2014. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari periode kuartal III 2014 yang sebesar 10%(yoy).,”Pertumbuhan penjualan kita lampaui rata-rata industri yang berada di level 6,9%. Dengan penjualan yang cukup tinggi di tengah persaingan industri farmasi, mendorong laba PT Phapros cukup tinggi pula,”kata Direktur Utama PT Phapros Tbk Iswanto di Jakarta, Kamis (11/12).

Iswanto menjelaskan, laba bersih perseroan hingga kuartal III 2014 tumbuh mencapai 39,6%, dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba di level yang sama juga dipertahankan hingga akhir November 2014,”Pertumbuhan penjualan berada di level 16%-18%. Untuk Desember biasanya waktu penjualan pendek. Mungkin penjualan Desember tumbuh 14%-15%, dengan laba bersih 25%-30%,”ujarnya.

Menurut dia, target pertumbuhan penjualan perseroan bisa mencapai 16% menjadi Rp675 miliar di 2015, dengan pertumbuhan laba bersih 25%. Sementara itu, dana belanja modal tahun depan dianggarkan Rp151 miliar, salah satunya untuk pembangunan pabrik. "Pabrik baru nanti bisa menambah kapasitas produk tablet kita jadi 4 miliar tablet per tahun," jelasnya.

Pada tahun 2015 akan terjadi persaingan ketat, lanjut dia, salah satunya pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di akhir 2015. Maka perseroan tetap persiapkan diri dengan matang, khusus untuk produk generik yang tahun ini yang tumbuh 35%,”Kami akan tambahkan beberapa produk baru untuk OTC, juga akan memasarkan produk implan dan herbal. Pasar ekspor tahun ini sudah dirintis, kita harapkan hasilnya juga mulai terlihat di tahun depan,”ungkapnya.

Selain itu, anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia ini juga meluncurkan poduk baru Eucarbon Herbal untuk mengatasi masalah pencernaan. Kata Iswanto, dengan memasarkan produk Eucarbon Herbal ini, setidaknya Phapros dapat merebut market share pasar Laxative berkisar 3%-6% di tahun pertama, atau sepanjang 2015.

Menurut data IMS, selama periode 2010 – 2013 Pasar Digestive Remedies di kelas terapi Laxative mencapai pertumbuhan rata-rata yaitu 8% dengan nilai Rp140 miliar."Phapros, mulai 2015 mendapat kepercayaan besar untuk ikut andil dalam memasarkan produk legendaries ini. Kita targetkan dalam 3 tahun bisa menguasai market share pasar Laxative hingga 6%,”jelasnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Dongkrak Penjualan - Passpod Gandeng Tokopedia dan LOKET

NERACA Jakarta - Perluas penetrasi pasar untuk mengerek pertumbuhan penjualan, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau lebih dikenal Passpod…

Bank Mandiri Targetkan Transaksi Digital Tumbuh 30%

      NERACA   Jakarta – SEVP Consumer and Transaction PT Bank Mandiri (Persero) Jasmin menargetkan transaksi digital melalui…

Optimalkan Recurring Income - Pollux Investasi Incar Penjualan Rp 520 Miliar

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Pollux Investasi Internasional Tbk memproyeksikan marketing sales pada 2019 bisa naik 26,5% year on year menjadi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…