Spindo Bangun Pabrik Terbesar di Karawang

Konsolidasikan Produksi Pabrik Yang Ada

Jumat, 12/12/2014

NERACA

Jakarta – Keyakinan harga komoditas dunia pada tahun depan akan kembali membaik, memacu produsen baja PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) untuk ekspansi dalam pengembangan bisnis dan termasuk menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang bakal meningkat.

Oleh karena itu, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo) pada tahun depan berencana membangun pabrik di Gresik yang akan menjadi perusahaan terbesar perseroan, “Pembangunan pabrik tersebut untuk mengkonsolidasikan enam pabrik yang berada di Jawa Timur, yaitu tiga pabrik di Surabaya dan Waru Gunung, Pasuruan dan Sidoarjo,”kata Wakil Direktur Utama ISSP, Tedja Sukmana Hudianto dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan,. konsolidasi ditujukan untuk menghindari biaya transportasi antar unit, sehinga lebih efisien dari sisi biaya maupun produksi yang pada akhirnya lebih kompetitif. Rencananya, pabrik di Gresik tersebut untuk pembuatan pipa ukuran 10 inch-24 inch, terutama untuk industri minyak dan gas (migas), terutama dalam menegantisipasi perkembangan automotif di Indonesia.

Pabrik ini, kata Tedja, diharapakan selesai April 2015 dan bisa beroperasi pada kuartal II tahun depan. Sampai sembilan bulan 2014, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp2,4 triliun atau naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp2,3 triliun.

Total laba kotor perusahaan per 30 September 2014 tercatat Rp399 miliar, turun 11% dibandingkan total laba kotor pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tedja mengungkapkan, penurunan ini disebabkan naiknya biaya tenaga kerja, harga bahan baku, dan beban penyusutan perusahaan.

Sementara itu, laba besih perusahaan hingga kuartal III tahun ini tercatat Rp176 miliar atau naik 23% dibandingkan periode yang sama 2013. Kenaikan tersebut karena indikasi laba kurs sebesar Rp9 miliar tahun ini dan adanya efisiensi mesin baru dan layout baru di pabrik baru,”Dengan laba bersih tersebut, maka laba per saham perusahaam naik menjadi Rp24,46 per lembar saham dibandingkan dengan priode yang sama tahun lalu Rp19,96 perlembar saham,”ungkapnya.

Selain itu, Spindo juga telah menandatangi kontrak dengan Milltech Co Ltd untuk pembelian mesin senilai US$ 80 juta atau setara Rp987 miliar (kurs Rp12.340). Hal itu dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 80 juta ton/bulan pada 2016 dari kapasitas produksi saat ini.

Tedja Sukmana Hudianto mengatakan, peningkatan kapasitas produksi tersebut karena potensi pasar yang masih sangat besar di bidang pembangunan infrastruktur serta minyak dan gas (migas) di Indonesia,”Dengan begitu, kapasitas produksi yang saat ini sebesar 42.150 ton/bulan, secara bertahap terus ditingkatkan menjadi 47.050 ton/bulan pada 2015 dan pada 2016 menjadi 80.000 ton/bulan,”tuturnya.

Milltech Co Ltd adalah perusahaan pipa dari Korea yang merupakan terbesar di dunia dan telah melayani kebutuhan pasar di China, Eropa, Timor Tengah, dan Amerika. (bani)