Adhi Karya Incar Laba Bersih Rp 440,1 Miliar - Ditopang Kinerja Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Perusahaan konstruksi milik negara, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membidik laba bersih tahun 2015 sebesar Rp440,1 miliar. Angka tersebut naik 36,3% dibanding proyeksi laba bersih hingga akhir tahun ini.

Direktur Adhi Karya, Giri Sudaryono mengatakan, perolehan laba bersih yang ditargetkan tersebut didominasi anak perusahaan, dengan kontribusi mencapai 66,6%,”Dari total perolehan laba bersih yang direncanakan tersebut, anak perusahaan yang dominan memberikan kontribusi adalah PT Adhi Persada Properti dan PT Adhi Persada Realti sebesar 66,6% melalui perkembangan bisnis properti realti,”ujarnya di Jakarta, Kamis (11/12).

Sementara laba bersih sepanjang tahun ini diproyeksi mengalami koreksi dibanding tahun lalu karena turunnya pendapatan perusahaan. Disebutkan, laba bersih ADHI pada tahun ini diprediksi mengalami penurunan pertumbuhan menjadi Rp322,9 miliar dibandingkan realisasi pada tahun 2013 sebesar Rp405,9 miliar.

Hal yang sama juga terjadi pada pendapatan perseroan tahun ini, diperkirakan menurun 6,12% menjadi Rp9,2 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp9,8 triliun. Perseroan hingga akhir September mencatat pendapatan usaha sebesar Rp5,2 triliun atau turun 8,15% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,66 triliun.

Kata Giri, menurunnya kinerja keuangan perusahaan di tahun ini karena tertekan kondisi eksternal makro, seperti adanya pemilihan umum presiden, termasuk transisi pemerintahan baru,”Terdapat juga pemotongan anggaran belanja negara, termasuk infrastruktur di akhir pemerintahan lalu, sehingga beberapa kontrak proyek yang direncanakan bergeser jadi tahun depan,”ungkapnya.

Tercatat sepanjang 11 bulan tahun ini, PT Adhi Karya Tbk berhasil memperoleh kontrak baru sebesar Rp6,3 triliun. Kontrak tersebut diperoleh diperoleh dari sejumlah proyek gedung, jalan, dan jembatan,”Kontrak masih didominasi oleh proyek-proyek gedung sebesar 59,4%, jalan dan jembatan 21,1%, dan sisanya adalah proyek infrastruktur lainnya,”kata Giri Sudaryono.

Dia mengungkapkan, proyek didapat dari sektor swasta, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun badan usaha milik negara (BUMN),”Pemilik proyek swasta atau lainnya masih mendominasi sebanyak 43,1%, pemerintah pusat sebesar 28,3%, pemerintah daerah 13,9%, dan BUMN sebesar 14,5%," tutur dia.

Sementara dari sisi lini bisnis, jasa konstruksi memperoleh nilai kontrak sebesar Rp5,4 triliun, properti realty sebesar Rp811,1 miliar, dan untuk precast concrete sebesar Rp116,4 miliar. Perusahaan konstruksi plat merah ini pada 2014 awalnya menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp21,1 triliun, namun direvisi menjadi Rp15,2 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Fajar Surya Raup Penjualan Rp 7,33 Triliun - Ditopang Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, emiten produsen kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan kenaikan penjualan sebesar…

Indoritel Kantungi Pinjaman Rp 2 Triliun - Gadaikan Saham Anak Usaha

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnis, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mengantungi pnjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)…

UMKM Diharapkan Punya Kreativitas E-commerce - Usaha Kecil

NERACA Jakarta – Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (Idea) Aulia E Marinto mengatakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…