BB Akan Kena Pajak Penjualan Barang Mewah

NERACA - Bagi masyarakat yang ingin memiliki BlackBerry (BB) harus berfikir dua kali. Pasalnya menurut keputusan Kementrian Perindustrian bagi para produsen yang produknya di pasarkan di Indonesia, tetapi tidak diproduksi di Indonesia akan dikenakan pajak penjualan barang mewah.

Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat bahwa pemerintah berencana akan menyiapkan disinsentif terhadap produsen yang produknya tidak diproduksi di dalam negeri, tetapi dipasarkan di Indonesia. Sehingga harus dibuat aturan yang membuat investor lebih tertarik investasi di Indonesia jika sasaran marketnya di sini.

“Sebagai contoh BB misalnya dia mau bikin di Malaysia tapi marketnya Indonesia apa ya, samacam PPN tambahan atau PPnBM (pajak penjualan barang mewah) tambahan sehingga orang tertarik investasi di sini,” katanya.

Menurutnya hal itu bisa dilakukan jika kementerian yang mempersulit izin tersebut mendapat kewenangan penuh. Pada rapat hari ini pemerintah baru menyiapkan dasar dari rencana disinsentif tersebut. “Tadi kan baru bicara basic-nya,” katanya.

Dirinya juga mengkritisi volume peningkatan ekspor itu bukan segala-segalanya tetapi apa yang diekspor justru yang paling penting. Peningkatan ekspor harus berbasis pada peningkatan ekspor barang jadi bukan bahan mentah yang selama ini terus terjadi.

”Kalau volume meningkat tapi yang diekspor barang, entah kan jadinya tidak berkualitas, jauh lebih baik kita bikin pedoman ekspor kita barang-barang jadi yang value added ada di Indonesia,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya Indonesia telah melakukan pembicaraan dengan Research In Motion (RIM) sebagai produsen Blackberry agar mereka membangun pabrik di Indonesia. Namun ternyata RIM memilih membangun pabrik di Malaysia.

Sedangkan menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, RIM masih ragu membangun pabriknya di Indonesia, karena permintaan pembangunan data center oleh pemerintah Indonesia. ”Data center itu loh alasannya,” tegasnya.

Related posts