Harga Minyak Terjungkal, Pendapatan Negara Menurun?

NERACA

Jakarta - Kondisi harga minyak dunia yang sampai saat ini masih anjlok, bahkan sempat menyentuh di level USD70 per barel kebawah dalam 5 tahun terakhir. Namun dalam kondisi ini pemerintah malah justru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menyikapi kondisi itu berbagai pandangan pun keluar, pasalnya, pemerintah tidak harus mengikuti harga minyak dunia yang turun dan ikut menurunkan harga BBM bersubsidi. Sehingga sejauh ini pemerintah masih mengkaji terkait dengan adanya penurunan harga minyak dunia.

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), pemerintah terus melihat dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi yang sebesar Rp2.000 per liter. Dirinya masih meninjau, apakah menurunnya harga minyak dunia bakal dibarengi dengan penurunan harga BBM bersubsidi.

Namun, JK menegaskan, meski harga minyak dunia turun, harga BBM bersubsidi belum tentu akan diturunkan. Hal tersebut bakal berdampak positif pada anggaran negara. Dengan harga BBM bersubsidi saat ini, diperkirakan akan memberikanrevenue(pendapatan) bagi negara.

“Harga minyak dunia turun sama saja, misalnya, saja kalau turun USD55 sampai USD60 per barel, terus BBM subsidi turun, makarevenuejuga ikut turun,” ujar JK di Jakarta, Rabu, (10/12).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, selama ini pemerintah terus mengarahkan agar kebijakan yang ditempuhnya bisa berdampak positif. “Tidak ada negara yang lengkap seperti ini, adaresourcesyang luas dan banyak, serta ada daya beli yang besar. Itu faktor-faktor yang kita bisa tingkatkan lagi,” katanya.

Pada kesempatan sebelumnya, penurunan harga minyak dunia secara terus menerus. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa penentuan ini harus diperhitungkan kembali agar tidak terjadi keuntungan di pihak pemerintah. Disini pemerintah tidak mengambil keuntungan dari kenaikan harga BBM subsidi. "Kan lucu juga kalau kita mencari keuntungan dari subsidi," tegas Bambang .

Bambang menjelaskan bahwa penentuan ini harus diperhitungkan kembali agar tidak terjadi keuntungan di pihak pemerintah.Pemerintahharus menghitung berdasarkan harga perekonomian sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan.

Sementara itu menurut, Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (IRESS) Marwan Batubara Penurunan harga minyak dunia yang terjadi belakangan ini seharusnya berpengaruh pada harga BBM oleh pemerintah. Dengan penurunan tersebut, seharusnya harga premium dan juga solar juga bisa turun.

"Saya kira dengan kondisi harga minyak yang mengalami kemerosotan seharusnya bisa membuat pemerintah melakukan penurunan harga BBM bersubsidi,” tandas Marwan.

Namun memang, Marwan menjelaskan, penurunan harga BBM bersubsidi bisa dilakukan jika harga keekonomian BBM subsidi posisinya berada di bawah harga BBM bersubsidi.

"Tergantung pada berapa subsidi yang diberikan, kalau rendah otomatis harus turun, kalau tinggi berapa yang disubsidi APBN," ungkapnya.

Marwan melanjutkan, fenomena penurunan harga minyak tersebut hanya berlangsung sementara. Ia memperkirakan harga minyak akan kembali ke posisi normal. Pasalnya penurunan harga minyak merupakan strategi persaingan Arab Saudi.

"Itu kondisi bisa berubah bisa naik lagi bisa dikatakan rendahnya tidak bertahan lama biaya produksi tinggi kalau nanti dipertahankan di bawah US$ 70 per barel itu siapa yang tahan lama rugi, paling di Saudi siap US$ 60 per barel itu dalam rangka bersaing dengan Shell Oil Amerika Serikat," pungkasnya. [agus]

BERITA TERKAIT

CAKK Catatkan Pendapatan Rp 274,48 Miliar

NERACA Jakarta - Di tahun 2018, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 274,48 miliar atau…

Danai Akuisisi Lewat IPO - Menteng Heritage Bidik Pendapatan Tumbuh 12%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Menteng Heritage Realty berencana menggelar penawaran umum perdana saham alias initial public offering…

Siap Jaga Stabilitas Harga Barang Pokok Menjelang Puasa

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan jajaran pemerintah terutama Kementerian Perdagangan siap menjaga harga dan ketersediaan barang kebutuhan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Tetapkan Tarif Ojek Online Naik

  NERACA   Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan telah menetapkan biaya tarif ojek online. Tarif terbaru ini…

Ekonomi Terus Tumbuh, Easywell Targetkan Pasar Indonesia

    NERACA   Jakarta - Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia tahun 2018 mengalami pertumbuhan…

6,4 Juta Liter BBM Diselewengkan

  NERACA   Jakarta – Badan Penyalur Hilir Migas (BPH Migas) melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM. Hasilnya, sejak 2016 hingga…