J Resources Diminta Laporkan Keuangan Valid

Dituding Ada Kejanggalan

Kamis, 11/12/2014

NERACA

Jakarta –Perusahaan tambang emas, PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) didesak untuk melaporkan keuangannya yang valid kepada regulator, agar tidak merugikan investor. Terlebih saat ini, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan ini sedang terlibat sengketa kerja sama dengan KUD Dharma Tani Marisa.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (10/12), pengamat pasar modal Hasan Zein Mahmud meminta PSAB untuk melaporkan laporan keuangannya dengan benar. Pasalnya, banyak 'keajaiban' pergerakan saham di perusahaan tersebut,”Harga emas dalam 4 tahun terakhir mengalami penurunan. Dengan begitu, saham perusahaan emas kan juga turun," ujarnya.

Namun, lanjut dia, pada Oktober tahun ini pergerakan saham PSAB justru mengalami kenaikan. Padahal, komposisi kepemilikan saham lebih didominasi PSAB yaitu 5,4% dimiliki publik, sementara sisanya 94,6% dimiliki J Resources Mining Limited,”Pemegang sahamnya kan cuma 5% dari publik masa bisa naik. Harusnya sahamnya itu jadi saham tidur. Lantaran, hanya menjual 5% ke publik. Ini berarti ada sesuatu yang aneh, biasanya saham tidur itu digoreng," kata Hasan.

Menurutnya, merupakan suatu kewajaran apabila perseroan yang sudah melakukan keterbukaan di publik mengalami kerugian. Untuk itu, dia meminta perseroan mengeluarkan laporan keuangan yang benar."Jangan sampai infonya merugikan investor. Tujuan saya itu cuma meminta perusahaan itu mempublikasikan laporan keuangannya yang benar," jelas dia.

Sekadar Informasi, pada akhir tahun buku 2013, aset PSAB bernilai sekitar US$ 805 juta. Dari nilai tersebut, 68% bersumber dari utang, sebesar US$ 546 juta. Selama 5 tahun belakangan dari 2009-2013, PSAB hanya satu kali mencatat laba operasi, yaitu tahun 2012, dengan laba sekitar US$ 37 juta dengan ROA kurang dari 5%.

Selama tahun buku 2013 perusahaan menderita kerugian operasi sebesar US$ 29 juta. Pada saat harga emas mencapai titik terendah Oktober 2013, saham saham perusahaan emas seperti Lionggold Resources, Blumont Group dan Asiason Capital mengalami penurunan hampir 90%, harga saham PSAB justru mengalami kenaikan, mencapai Rp4.000.

Proyeksi 2015

Tahun depan, perseroan berharap produksi emasnya bisa mencapai 225.000 ons troi (oz). Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan produksi hingga akhir tahun ini yang diestimasikan akan mencapai 220.000 ons troi.

Direktur J Resources, Edi Permadi pernah bilang, perseroan merasa optimis target produksi emas bakal tercapai pada tahun depan, seiring dengan mulai berproduksinya smelter di dua tambang emas milik perseroan yang berlokasi di Seruyung, Kalimantan Utara, dan Bakan, Sulawesi Utara, pada Desember 2013 lalu,”Awalnya, kami tahun ini menargetkan produksi emas sebanyak 200.000 ons troi namun berhasil tembus sebesar 210.000 ons troi per November 2014 dan hingga akhir tahun ini kami targetkan bisa mencapai 220.000 ons troi. Untuk tahun depan, kami perkirakan produksi bisa mencapai 225.000 ons troi,"ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, selain dari dua tambang emas milik perseroan yang berlokasi di Seruyung dan Bakan, produksi emas perseroan pada tahun depan akan disumbang dari tambang emas perusahaan di Malaysia (Penjom). Produksi emas di Penjom saat ini sebanyak 8.000 ons troi per tahunnya.

Hingga November 2014, perseroan berhasil mencatat produksi sebesar 210.000 ons atau melebih target tahun ini sebesar 200 ribu ons. Disebutkan, perolehan produksi perseroan sejalan dengan mulai berproduksinya smelter di dua tambang emas perseroan yang berlokasi di Seruyung, Kalimantan Utara, dan Bakan, Sulawesi Utara, pada Desember 2013 lalu,”Peningkatan produksi ini dikontribusikan dari dua smelter kami di Bakan dan Seruyung yang sudah mulai beroperasi. Selain itu, dengan dukungan tekonogi baru yang canggih membuat target produksi kami meningkat signifikan. Adapun sisanya, dikontribusi dari tambang milik perusahaan yang ada di Malaysia,”kata Edi Permadi.(bani)