Pratama Rilis Dua Reksa Dana Syariah - Bidik Potensi Pasar Syariah

NERACA

Jakarta - Manajer Investasi PT Pratama Capital Assets Management meluncurkan dua produk reksa dana terbaru. Dua produk terdiri atas reksa dana saham “Pratama Syariah” dan reksa dana campuran “Pratama Syariah Imbang”. Adapun dua produk reksa dana baru telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Oktober 2014 lalu.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (10/12), Presiden Direktur Pratama Capital, Iwan Margana mengatakan, Pratama Syariah Saham adalah reksa dana saham yang mengacu kepada daftar efek syariah (DES). Reksa dana ini bertujuan memberikan pilihan bagi investor pada produk dengan pertumbuhan maksimal dalam jangka menengah-panjang, dengan tetap berpedoman pada prinsip syariah,”Alokasi di instrumen efek saham syariah minimal 80% dan maksimal 100% dalam berbagai kondisi pasar, sementara sisanya 0 -20% akan ditempatkan pada efek pasar uang syariah. Pasar uang syariah meliputi deposito syariah dan sukuk syariah yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun,"ujarnya.

Sementara itu, reksa dana Pratama Syariah Imbang adalah reksa dana jenis campuran yang berinvestasi pada efek-efek saham syariah dan obligasi syariah (sukuk) dengan batasan investasi 1-79%. Reksa dana ini juga berinvestasi pada pasar uang syariah dengan batasan investasi 0-79%, yang dalam pengelolaannya sesuai dengan prinsip syariah.

Pengelolaan dua produk reksa dana dan pemilihan saham dilakukan dengan analisa mendalam yang berfokus pada 30 saham yang tercatat pada daftar efek syariah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dalam jangka menengah/panjang. Selain itu didasarkan pada rendahnya valuasi, keunggulan kompetitif, kualitas bisnis yang sehat dan memiliki turnover story.

Sementara itu, pemilihan efek obligasi syariah dan pasar uang syariah dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi volatilitas pada portofolio saham dengan memperhatikan tingkat likuiditas dan imbal hasil. Kinerja reksa dana saham Pratama Capital memberikan hasil investasi tertinggi di antara reksa dana saham lainnya sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Infovesta, kinerja Dana Pratama Ekuitas dan Pratama Saham menempati urutan satu dan dua sejak 31 Desember 2013 hingga 30 November 2014 masing-masing 47,4% dan 42,4% sementara IHSG hanya 20,05%.

Sedangkan di tahun lalu imbal hasil Pratama Equity dan Pratama Saham menempati urutan dua dan tiga, masing-masing 23,28% dan 16,41% di tengah penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang minus 0,89%. Sementara itu, reksa dana campuran Pratama Berimbang sejak 31 Desember 2013 hingga 30 November 2014 memberikan imbal hasil 45,8%. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemanfaatan Tanah Kas Desa Sebagai Potensi Desa

  Oleh: Arief Nugraha, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Desa saat ini sudah diberikan kebebasan untuk mengatur wilayah,…

Pasca Dana Desa dan Kelurahan, Kini Muncul Dana Kecamatan

  NERACA   Jakarta – Dana desa dan dana kelurahan sudah digelontorkan oleh pemerintah, kini dana kecamatan ikut dikaji oleh…

MK Sambut Dua Hakim Konstitusi Kembali Terpilih

MK Sambut Dua Hakim Konstitusi Kembali Terpilih NERACA Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) melalui juru bicaranya Fajar Laksono menyatakan menyambut…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…