Difabel Punya ATM Sendiri

Sabtu, 13/12/2014

Kaum difabel sudah seharusnya mendapatkan fasilitas yang ramah dalam kehidupan mereka, khususnya di bidang ekonomi

NERACA

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin memudahkan nasabah dalam menunjang berbagai aktivitasnya, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salah satu penentu dari keberhasilan sebuah bank dalam mengumpulkan dana dari para nasabahnya. Fenomena ini dibaca dengan baik oleh perbankan dengan menciptakan berbagai aplikasi layanan guna menciptakan kenyamanan transaksi perbankan.

Sayangnya, inovasi pelayanan dengan fasilitas kemudahan yang ditawarkan perbankan dengan mengadopsi kecanggihan teknologi melalui pemanfaatan atau penggunaan teknologi untuk transaksi-transaksi keuangan ini belum dapat memenuhi hak difabel dalam menjangkau akses perbankan, seperti mengakses Anjungan Tunai Mandiri (ATM) misalnya.

Ya, kebanyakan ATM yang ada tidakaccessiblebagi penyandang disabilitas sehingga mereka kesulitan saat ingin mengambil atau mengetahui jumlah uang simpanan mereka di bank dan sebagainya. Padahal, mereka punya hak yang sama dengan masyarakat umum.

Atas pertimbangan tersebut, Kementerian Sosial dan lembaga perbankan sepakat mendirikan ATM khusus untuk penyandang tunanetra, ATM yang menyediakan tombol dengan huruf atau angka braille dan mengeluarkan suara. Perbankan yang terlibat yakni BRI, BNI, BCA, dan Bank Mandiri. Menurut rencana, ATM itu akan mulai difungsikan mulai 2015 di berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Rehabilitas Sosial dan Kecacatan Kemensos RI Nahar menuturkan, ATM bicara akan direalisaikan secara bertahap pada tiga bulan pertama tahun depan. Pihaknya mendorong bank untuk memetakan titik lokasi pembangunan ATM tersebut.

"Kami berharap semua titik yang sering digunakan penyandang disabilitas memiliki ATM bicara. Tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di daerah. Nah, kami mendorong bank-bank untuk memetakan titik-titik tersebut," ucap Nahar.

Penandatangan kesepahaman dilakukan di Pendapa Pengayoman Temanggung, berbarengan dengan puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat nasional yang dipusatkan di Temanggung, Rabu 3 Desember lalu

Pada prinsipnya, ATM bicara sama dengan ATM pada umumnya. Perbedaan ada pada fitur-fiturnya, antara lain tombol huruf atau angka braille danhead setuntuk mendengar suara perintah penggunaan mesin ATM. Sementara itu, kode PIN sesuai standar, seperti pada umumnya.

Sebelum ini, ATM khusus difabel telah dioperasikan di Kantor Cabang Utama Fatmawati, Jakarta oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, khususnya untuk pengguna kursi roda. Penyediaan ATM Khusus ini merupakan salah satu bagian dari upaya BNI untuk lebih memihak kepada para penyandang disabilitas.

Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi mengungkapkan, ATM Khusus Penyandang Disabilitas ini memiliki spesifikasi yang memudahkan penggunanya, yaitu Pertama, jalan akses menuju Galeri ATM disiapkan agar dapat dilalui kursi roda. Kedua, pintu masuk ke lokasi ATM adalah pintu otomatis. Ketiga, lantai di bawah mesin ATM menggunakan lantai besi agar tidak licin saat dilalui kursi roda. Keempat, mesin ATM didesain lebih rendah dibandingkan ATM pada umumnya.

"Kami operasionalkan bertepatan dengan Hari Penyandang Disabilitas Dunia," ujar Tunggadewi.

Ke depan, BNI telah mempersiapkan operasional ATM Khusus Penyandang Disabilitas di lebih banyak lokasi. Lokasi yang dipilih adalah tempat-tempat yang banyak diakses oleh penyandang disabilitas, mulai dari rumah sakit, pusat perbelanjaan, maupun bandar udara.

Keberpihakan BNI kepada para penyandang disabilitas sudah dilakukan sebelumnya. Salah satunya adalah kontribusi BNI dalam menyediakan kursi roda bagi penyandang disabilitas di Jakarta senilai Rp 300 juta. Dana yang menjadi bagian dari program Kemitraan Corporate Community Responsibility (CCR) BNI ini disampaikan pada 11 Oktober 2014 lalu.