Saatnya Indonesia Merancang Ulang Sistem Pendidikan

Sudah Saatnya Indonesia Merancang Ulang Sistem Pendidikan NERACA Generasi muda memegang peranan penting dalam kemajuan perekonomian sebuah negara. Data yang dilansir baru-baru ini oleh Badan Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa 1,8 miliar pemuda berpotensi menjadi generasi pembentuk dan pemimpin masa depan yang memberikan perubahan terhadap dunia. Indonesia sebagai negara yang hampir sepertiga penduduknya berusia di bawah 15 tahun, sudah seharusnya melakukan investasi yang lebih dan memberdayakan sumber daya generasi muda guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial masa depan. Salah satu bentuk investasi yang dapat dilakukan adalah membekali generasi muda dengan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan. Sumber daya manusia yang berpendidikan serta memiliki keahlian yang memadai merupakan hal krusial untuk ekonomi berbasis inovasi. Ditambah lagi, dalam waktu dekat Indonesia akan memasuki zona persaingan bebas, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Pemerhati Pendidikan,Ainun Chomsunmenuturkan, sistem pendidikan yang tepat dan berkualitas dapat menjadikan generasi muda Indonesia siap menghadapi segala bentuk persaingan global, seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 “Sudah waktunya Indonesia harus mengambil keberanian merancang ulang sistem pendidikan, mengubahnya menjadi mesin penggerak pembangunan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas SDM,” ujar dia Saat ini, pendidikan berbasis STEM dipercaya sebagai landasan dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, serta menjadi bekal dan amunisi untuk menghadapi persaingan global. Bahkan menurutNational Science Foundation,dalam 10 tahun ke depan, 80% lapangan pekerjaan akan membutuhkan kemampuan kompetensi sains, teknologi, teknik dan matematika. Sementara itu, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat, dalam empat tahun ke depan (tahun 2018), hampir 30 pekerjaan yang berkembang pesat akan memerlukan tenaga kerja dengan pengetahuan dan keterampilan memadai di bidang STEM. Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI,M.Ikhlasul Amal Ph.D,menyatakan, pendidikan berbasis STEM akan membentuk SDM yang mampu bernalar dan berpikir kritis, logis, dan sistematis. “Pendidikan berkualitas berbasis STEM sangat dibutuhkan guna meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, mempersiapkan mereka dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dan mewujudkan proyeksi Indonesia sebagai negara perekonomian terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030,”ujar dia

BERITA TERKAIT

Xiomi Redmi S2 Resmi Diperkenalkan Di Pasar Indonesia - Bidik Kalangan Menengah

Smartphone Xiaomi Redmi S2 akhirnya secara resmi telah diperkenalkan dan membidik segmen menengah dan entry-level. Dukungan fitur kamera AI atau…

Produk Sandimas Penuhi Kualifikasi Standar Nasional Indonesia

Produk Sandimas Penuhi Kualifikasi Standar Nasional Indonesia NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia bahan bangunan terbesar di Indonesia, Sandimas, menyatakan bahwa…

Insiden Surabaya : Momentum Bangsa Indonesia Memiliki Satu Musuh Bersama

    Oleh : Teguh Wibowo, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Setelah aksi penyanderaan di Markas Komando…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Anak Jalanan akan Dilibatkan Dalam Asian Games

    Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melibatkan anak jalanan dalam penyelenggaraan pesta multi-cabang olahraga tertinggi di Asia itu…

Moratorium Izin Perguruan Tinggi Baru Diperlukan - Orang Kaya Bikin Universitas

    Pertumbuhan orang kaya di Indonesia cukup besar. Dengan melimpahnya dana, tak ayal membuat mereka mencari penyaluran dana dengan…

Ratusan Pelajar Asing jadi Duta Budaya Indonesia

    Sebanyak 570 peserta Darmasiswa Republik Indonesia yang berasal dari 89 negara siap kembali ke negara masing-masing untuk menjadi…