Gadai Emas Makin Diminati Masyarakat

Akhir Tahun 2014

Sabtu, 13/12/2014

Penutupan akhir tahun 2014 kian dekat, kebutuhan masyarakat pun kian meningkat, seperti pulang kampung atau berlibur dengan keluarga, namun hal ini yang membuat masyarakat mengambil jalan pintas untuk mendapatkan dana uang tunai, dengan melakukan gadai emas.

NERACA

Walaupun saat ini masyarakat tetap mengandalkan emas sebagai barang investasi masa depan. Jelang akhir tahun ini, aksi pembelian emas terbilang meningkat dibanding sebelumnya. Seperti yang terlihat di kantor Pegadaian Jakarta Barat dalam beberapa pekan ini.

Namun dengan harga emas yang tergantung dengan kondisi pasar dunia. Meski begitu, masyarakat tetap antusias memiliki emas baik untuk perhiasan maupun investasi. Dengan demikian saat terjadinya aksi pegadaian banyak masyarakat yang mengadaikan emasnya untuk keperluan akhir tahun.

“Lebih kurang selama empat bulan ini transaksi emas meningkat cukup banyak, yakni rata-rata 10-15 persen per bulan. Gadai emas batang dan perhiasan paling mendominasi hingga 95 persen,” ujar kepala cabang pegadaian Jakarta Barat, pekan lalu di Jakarta.

Dia menuturkan, sejak bulan Mei hingga akhir September lalu, pencapaian transaksi emas meningkat 10,3 persen dariout standing loan(OSN) sebesar Rp 37,5 miliar menjadi Rp 41,4 miliar. Peningkatan tertinggi di bulan Mei, karena berdekatan dengan momen Lebaran.

“Peningkatan ini tidak lepas dari program yang sedang kami gulirkan, yaitu Kemilau Emas. Program ini sudah diluncurkan Mei lalu hingga Desember mendatang. Dampaknya positif dengan adanya peningkatan transaksi,” katanya.

Dia menjelaskan, program ini menyediakan hadiah belasan kilogram emas seberat 5 gram sampai 1 kilogram, paket umroh, voucher pulsa, dan voucher belanja untuk dua periode pengundian. Periode pertama Mei-Agustus dan periode kedua September-Desember.

“Seluruh nasabah bisa mengikuti program ini dengan syarat transaksi gadai berbagai produk senilai minimal Rp 500.000. Setiap transaksi mendapat satu poin dan akan diundi di tiap akhir periode. Transaksi juga berlaku kelipatan, sehingga kesempatan menang sangat besar,” tuturnya.

Syarat yang harus dipenuhi, katanya jangka waktu gadai barang berlaku selama minimal 30 hari ke atas. Jika kurang dari itu, maka nasabah tidak akan mendapatkan poin sekaligus hilang kesempatan untuk meraih hadiah.

“Ini juga berlaku kelipatan, jika barang tidak diambil dalam dua bulan atau hitungan 60 hari, maka poin akan ditambah. Begitu seterusnya,” imbuhnya.

Program Akhir Tahun

Pada pengujung tahun, nasabah yang bertransaksi gadai senilai Rp20 juta-Rp40 juta mendapatkan kemudahan bebas biaya administrasi. Untuk transaksi Rp50 juta-Rp200 juta, nasabah diberi bonusvoucherpembelian pulsa Rp100.000 dan bebas biaya

Penawaran menarik lain untuk transaksi di atas Rp200 juta. Selain mendapatkan biaya administrasi gratis, pelanggan yang mencetak transaksi Rp200 juta-Rp299 juta mendapatkan bonus emas seberat 1 gram. Sedangkan untuk transaksi di atas Rp300 juta, nasabah mendapatkan bunga kompetitif di bawah 1% (0,775%-0,875%/15 hari).

Tak hanya menggeber program promosi bagi nasabah langsung, Suban mengungkapkan pihaknya juga getol mengadakan program jemput bola. “Sudah ada beberapa program yang kami jalankan. Ada programblusukanke instansi, menyambangi komunitas, hingga arisan di tingkat RT. Kami mulai menggiatkan menyasar segmen komunitas,” bebernya.

Selain menggarap jasa pembiayaan, BUMN tersebut juga terus menggiatkan investasi logam mulia. Momentum pergerakan harga emas yang sudah makin stabil. “Pergerakan naik turunnya pada akhir tahun ini terbilang stabil. Naik-turunnya harga emas yang sangat flutuatif bergantung banyak faktor tersebut masih aman ditilik dari STL [standar taksiran logam mulia],” imbuhnya.