Untung Besar Salon Kecantikan

Cantik memang dambaan setiap insan wanita namun jika ditelaah dengan pikiran yang terbuka, kecantikan memiliki makna yang begitu luas. Kecantikan tidak hanya dilihat dari fisik. Kecantikan bisa pula dilihat dari rasa percaya diri, keunikan pribadi, dan tidak terpaku pada dimensi visual yang dapat dilihat mata.

Neraca. Jika ditanya apakah seorang wanita ingin selalu tampak terlihat cantik? Tentulah tak seorangpun akan menjawab, tidak! Tampil anggun dan menawan adalah harapan setiap wanita. Banyak wanita yang rela melakukan apa saja agar dapat predikat cantik. Hal ini wajar baik bagi wanita usia muda, maupun yang sudah berumur pun akan senang jika mendapat pujian cantik. Merawat tubuh menjadi prioritas utama dalam rangka mempercantik diri. Dan bicara tentang perawatan tubuh, seperti perawatan rambut dan wajah, tentu akan erat kaitannya dengan salon kecantikan.

Usaha salon kecantikan masih memiliki pangsa pasar yang sangat besar, karena jumlah orang yang tidak punya waktu untuk merawat sendiri kecantikannya akan semakin besar. Mereka inilah yang membuat potensi pasar usaha salon kecantikan terus meningkat dari waktu ke waktu. Namun menggeluti bisnis salon kecantikan dalam era sekarang, ternyata tidaklah mudah. Di samping, dituntut menguasai keterampilan dan mutu pelayanan terhadap konsumen harus bagus, terpenting adalah suatu perencanaan bisnis yang matang.

Pemilihan bentuk salon yang lebih mengarah pada ciri khasnya akan sangat membantu Anda membuat rencana bisnisnya. Sebaiknya hindari membuka salon kecantikan tanpa rencana bisnis yang jelas, sebab dikhawatirkan usaha akan berjalan tanpa arah, demikian juga dengan usaha lainnya. Rencana bisnis yang dimaksud meliputi modal yang diperlukan, tempat yang strategis, strategi pemasaran kemudian proyeksi keuangannya.

Nurul Rahmah yang akrab dipanggil mbak Imah ini, telah berkecimpung di usaha salon sejak lama, usaha ini sudah mendarah daging didirinya. Dari sang ibu yang pintar merias, terlahir 6 bersaudara yang keempat anaknya membuka usaha salon kecantikan, termasuk mbak Ani juga. Sejak masih ada dibangku SMP kelas 3, ia sudah membantu kakak-kakaknya di usaha salon milik keluarganya. Dan saat menginjak bangku SMA ia sudah pandai memotong rambut pelanggan yang datang ke salon.

Memang, jiwa seni akan hal tersebut telah menjadi bakat dan sudah mengalir dalam tubuhnya semenjak kecil. Setelah lulus SMA, beberapa kursus mulai ia ikuti guna menambah keahliannya. Dan setelah menikah, mulailah dibangun usaha salon kecantikan miliknya, tepatnya pada tahun 1998 dengan nama “Paras”.

Hampir 80 % pelanggan dari salon Paras ini adalah wanita berjilbab. Karena lokasi salon ini sangat dekat dengan kampus UIN yang terletak di daerah Ciputat, Jakarta Selatan. Sebagian besar pelanggannya adalah mahasiwa dan selebihnya, ibu-ibu tetangga sekitar salon ini. Mereka mengetahui keberadaan salon ini dari teman-teman mereka dan juga brosur-brosur yang tersebar di kampus atau daerah sekitar salon Paras.

Menurut Mbak Imah, usaha salon masih memiliki peluang pasar yang luas, tidak harus memiliki tempat yang luas, yang terpenting adalah desain tempat dan pelayanannya bisa memuaskan pelanggan, apalagi dengan harga yang terjangkau bisa dipastikan usaha salon kita akan ramai pengunjung, ungkap Imah.

Menurut Imah, ada kalanya seseorang yang merintis usaha terbentur masalah modal. Namun pada kenyataannya, memulai usaha ini dengan modal yang tidak terlalu besar bukan hambatan. Dengan modal yang minim, utamakan untuk mendanai keperluan inventaris salon, yang tentu saja termasuk peralatannya. Modal pun sebaiknya dipisah menjadi dua, modal utama dan modal cadangan. Modal cadangan akan berguna untuk membayar biaya operasional selama pemasukan usaha salon belum stabil. Agar usaha salon bisa berjalan dengan baik dengan modal yang pas-pasan, maka perlu dilakukan strategi pemasaran yang jitu, tutur Imah.

Carilah lokasi yang strategis yakni lokasi yang mudah dilihat, mudah dijangkau, dan dilalui banyak kendaraan termasuk kendaraan umum. Ini akan memudahkan pelanggan berkunjung ke salon kita. Selain itu juga harus dipastikan lokasi salon mempunyai tempat parkir yang cukup, aman, bebas banjir, serta tersedia listrik, air dan telepon. Jika lokasi salon relatif susah terlihat dari jalan raya, beri tanda penunjuk yang jelas untuk memudahkan pelanggan untuk datang berkunjung.

Untuk membuka salon yang baik, Imah memmberikan sedikit bocoran, sebagai simulasi, sekala usaha dan asumsi usaha salon yang sebagai berikut:

Usaha dilakukan di rumah sementara mengabaikan investasi untuk tanah dan bangunan, Modal usaha seluruhnya berasal dari modal sendiri (keluarga) Metoda penyusutan menggunakan metoda garis lurus Pajak PPH dan PPN diabaikan.

Investasi untuk peralatan

Peralatan yang diperlukan:

Kursi salon 3 unit @ Rp 2,500,000,- Pemanas rambut 1 unit @ 2.000.000,- Pengering rambut 3 unit @ 250.000,- Tempat tidur untuk facial 2 unit @ 2.000.000,- Tempat untuk cuci rambut 2 unit @ 1.500.000,- Cermin di dinding 3 unit @ 1.000.000,- Troley untuk tempat peralatan 1 unit Rp 1.000.000,- Peralatan gunting, sisir, set manicure-pedicure, handuk Rp 2.000.000,- Lemari etalase 1 unit Rp 2.750.000,-

Semua peralatan ini diasumsikan memiliki umur ekonomis selama 5 tahun

Pembelian bahan-bahan untuk salon habis pakai per bulan Rp 3.000.000,-

Biaya usaha per bulan

- Listrik telepon dan air Rp 1.000.000,-

- Gaji beautician 3 orang @ Rp 1.000.000,-

- Biaya promosi Rp 1.000.000

- biaya lain-lain Rp 500.000,-

Perkiraan Pendapatan Per Bulan

Rata-rata per hari akan ada 10 orang pengunjung salon @ Rp 50.000,- untuk melakukan beberapa perawatan kombinasi dari gunting rambut, facial, manicure-pedicure dan cream bath.

PROYEKSI LABA RUGI

KETERANGAN

TAHUN 1

Bulanan (Rp)

Tahunan (Rp)

Total (Rp)

A. PENDAPATAN

180.000.000

1. Gunting rambut

8.000.000

96.000.000

2. Cream bath

3.000.000

6.000.000

3. Facial

2.000.000

24.000.000

4. Manicure-pedicure

2.000.000

24.000.000

B. BIAYA BAHAN

Bahan-bahan salon habis pakai seperti

sampo, cream, tonik, hair spray, kimia rambut, dll

3.000.000

36.000.000

36.000.000

C. LABA KOTOR (A - B)

144.000.000

D. BIAYA USAHA

1. Biaya Listrik, telepon, air

1.000.000

12.000.000

2.Gaji pegawai

3.000.000

36.000.000

3. Biaya promosi/pemasaran

1.000.000

12.000.000

4. Biaya penyusutan

5.000.000

5. Biaya lain-lain

500.000

6.000.000

6. Gaji Pemilik

2,000,000

24,000,000

E. TOTAL BIAYA USAHA

95.000.000

F. LABA USAHA (C - E)

49.000.000

G. B E P (E/C) 100%

65,9 %

Related posts