BI Sosialisasi Gerakan Nontunai - Pontianak, Kalimantan Barat

NERACA

Pontianak -Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat sosialisasi gerakan nasional nontunai guna menekan penggunaan uang tunai dalam transaksi keuangan sehari-hari.Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Adhinanto Cahyono di Pontianak, kemarin, salah satu pertimbangan agar penggunaan nontunai ditingkatkan karena biaya yang tinggi untuk penggunaan tunai.

"Berbagai negara maju, misalnya Singapura, sudah jarang yang membawa uang tunai. Semua sudah menggunakan kartu," kata Adhinanto. Dia pun berharap, penggunaan nontunai didukung semua pihak karena dapat menjadi langkah awal untuk memajukan ekonomi Indonesia.

Sementara Dewi Sukmawati dari Unit Layanan Nasabah, Kliring, Perizinan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Kalimantan Barat menjelaskan, salah satu tugas Bank Indonesia adalah sebagai regulator dalam kebijakan sistem pembayaran.Dia melanjutkan, berdasarkan data, 99,4% transaksi ritel di Indonesia menggunakan uang tunai. Angka tersebut lebih tinggi dari Thailand (97%), dan Singapura (55,5%)

"Kelemahan transaksi uang tunai, biayanya sangat besar, serta transaksinya merepotkan," kata Dewi. Dia punmencontohkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang setiap hari membutuhkan Rp2 miliar untuk uang tunai pengembalian jasa tol.

Kemudian, transaksi tunai cenderung menimbulkan kelemahan dalam pencatatan sehingga berpotensi terjadinya pencucian uang (money laundering)."Perencanaan ekonomi pun menjadi tidak akurat," kata dia.Dewi mengakui, tantangannya adalah mengubah perilaku masyarakat yang lebih percaya atas transaksi tunai.Selain sosialisasi gerakan nasional nontunai, BI juga menandatangani MoU dengan Pemerintah Kota Pontianak dan Bank Kalbar. [ant]

Related posts